Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • lingkungan
  • Penggunaan Energi Terbarukan Memicu Penurunan Emisi Karbon di Cina
  • lingkungan

Penggunaan Energi Terbarukan Memicu Penurunan Emisi Karbon di Cina

Siti Nurhaliza Mei 15, 2025
energi-terbarukan-dorong-penurunan-emisi-karbon-cina

Penggunaan Energi Terbarukan Memicu Penurunan Emisi Karbon di Cina

BERITA TERBARU INDONESIA, BEIJING — Pada kuartal pertama 2025, Cina berhasil mencatat penurunan emisi karbon di tengah meningkatnya permintaan energi. Penurunan ini terutama didorong oleh peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.

Sebagai negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, Cina telah berkomitmen untuk mencapai puncak emisi pada tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Investasi besar-besaran dalam energi surya dan angin yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan dampaknya.

Menurut analisis dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), Lauri Myllyvirta, emisi karbon Cina turun 1,6 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2025. Jika dihitung sejak Maret 2024, emisi Cina tercatat turun 1 persen dalam setahun.

Penurunan ini cukup signifikan meski terjadi di tengah lonjakan konsumsi listrik. Berdasarkan laporan Carbon Brief, permintaan listrik di Cina meningkat 2,5 persen pada kuartal pertama. Sebelumnya, penurunan emisi hanya terjadi saat kebijakan penutupan akibat Covid-19 pada 2022 mengurangi permintaan energi.

“Pertumbuhan pembangkit energi bersih kini melampaui pertumbuhan rata-rata permintaan listrik, baik jangka pendek maupun panjang. Ini secara langsung menekan konsumsi bahan bakar fosil,” ujar Myllyvirta.

Ini adalah kali pertama penurunan emisi di Cina dipicu secara langsung oleh penggunaan energi terbarukan. Emisi dari sektor kelistrikan turun 5,8 persen, cukup untuk menutupi lonjakan emisi dari sektor baja dan kimia yang masih sangat bergantung pada batu bara.

Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa tren positif ini bisa berubah jika pemerintah Cina memutuskan untuk merangsang sektor-sektor yang intensif karbon sebagai respons terhadap perang dagang dengan Amerika Serikat, yang dapat menyebabkan peningkatan emisi kembali.

Meski mengalami penurunan, Cina masih dinilai jauh dari jalur yang diperlukan untuk mencapai target pengurangan intensitas karbon sebesar 65 persen pada 2030 dibandingkan tingkat tahun 2005. Intensitas karbon mengukur jumlah emisi karbon per unit Produk Domestik Bruto (PDB).

Target ini merupakan bagian dari komitmen Cina dalam Perjanjian Paris yang bertujuan mengurangi dampak krisis iklim global.

“Jalur emisi karbon di masa depan masih belum pasti, tergantung pada dinamika di tiap sektor ekonomi dan respons kebijakan terhadap tekanan eksternal seperti tarif dagang AS,” kata Myllyvirta.

Meski demikian, Cina tetap dianggap sebagai pemimpin penting dalam agenda perubahan iklim global, posisi yang berlawanan dengan kebijakan Presiden AS saat ini, Donald Trump, yang menarik Amerika dari berbagai kesepakatan iklim dan mendorong penggunaan bahan bakar fosil.

Continue Reading

Previous: Ekonomi Komando Prabowo Berisiko Tanpa Dukungan Kuat Teknokrat
Next: Prakiraan Cuaca untuk 16 Oktober 2023 di Bandung dan Sekitarnya: Langit Cerah

Related News

monyet-gemoy-buat-resah-warga-kota-cimahi
  • lingkungan

Monyet Besar Ganggu Warga Kota Cimahi

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
truk-terguling-diduga-jadi-penyebab-munculnya-busa-di-sungai-cimeta-2
  • lingkungan

Truk Terguling Diduga Menjadi Sumber Busa di Sungai Cimeta

Siti Nurhaliza Agustus 10, 2025
kapolri-sebut-modifikasi-cuaca-efektif-tekan-karhutla-di-kalbar
  • lingkungan

Kapolri Sampaikan Keberhasilan Modifikasi Cuaca dalam Mengurangi Karhutla di Kalbar

Maya Lestari Agustus 8, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.