Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Gaza Kelaparan, Dukungan Solidaritas Mengalir di Dunia Muslim
  • Berita

Gaza Kelaparan, Dukungan Solidaritas Mengalir di Dunia Muslim

Agus Haryanto Juli 21, 2025
gaza-kelaparan-warga-negara-muslim-turun-ke-jalan

Gaza Kelaparan, Dukungan Solidaritas Mengalir di Dunia Muslim

BERITA TERBARU INDONESIA, TUNIS – Protes terjadi di berbagai kota di seluruh dunia Muslim mengecam krisis kelaparan di Gaza dan menuntut diberlakukannya gencatan senjata. Situasi kelaparan di Gaza dilaporkan semakin mengkhawatirkan akhir-akhir ini.

Menurut laporan Aljazirah, para demonstran berkumpul di Jalan Habib Bourguiba, Tunis, untuk menunjukkan solidaritas terhadap Gaza dan mengutuk apa yang mereka sebut sebagai “perang kelaparan sistematis” yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina.

  • Perempuan dan Anak-Anak Terpapar Kelaparan di Gaza
  • 18 Orang Meninggal Karena Kelaparan di Gaza dalam 24 Jam Terakhir
  • Krisis Kelaparan Gaza Mematikan, Anak-Anak Menjadi Korban Setiap Hari

Para demonstran mendesak diadakannya gencatan senjata dan pembukaan penyeberangan perbatasan agar bantuan makanan dan medis dapat masuk. Aksi serupa juga digelar di Baghdad, Irak, dan Ankara, Turki.

Sementara itu, ribuan orang juga berpartisipasi dalam unjuk rasa di Rabat, ibukota Maroko, sebagai bentuk dukungan untuk Gaza. Rekaman yang tersebar di media sosial menunjukkan ribuan orang berunjuk rasa menentang apa yang mereka sebut sebagai perang genosida dan kelaparan.

Untuk hari kedua, unjuk rasa besar-besaran juga berlangsung di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, mengecam pembantaian dan kebijakan kelaparan Israel di Gaza. “Di manakah kalian, orang-orang bebas di negeriku? Gaza menjerit, Gaza memanggil…” nyanyian ini terdengar selama pawai di Ramallah, sebagai dukungan untuk Gaza dan mengutuk kebijakan kelaparan dan agresi Israel.

Di Lebanon selatan, pengunjuk rasa juga turun ke jalan untuk mengutuk Israel dan menyatakan solidaritas mereka dengan warga Palestina.

Di Indonesia, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad berdoa bersama ribuan warga sebagai bentuk solidaritas bangsa Indonesia kepada rakyat Palestina yang masih menghadapi serangan pasukan Zionis Israel.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tanjungpinang Peduli Palestina (TPP) ini adalah puncak dari penggalangan dana untuk Palestina, bertepatan dengan peringatan 10 Muharram 1447 Hijriah di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, hari Minggu.

Acara dimulai dengan konvoi kendaraan dari Jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menuju Pamedan, dilanjutkan dengan doa bersama, penggalangan dana, dan tabligh akbar oleh Ustaz Derry Sulaiman.

“Terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini, karena sekecil apapun doa dan donasi kita hari ini, ikut berkontribusi membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Gubernur Ansar Ahmad dikutip dari Antara.

Kantor berita WAFA melaporkan, ratusan aktivis berkumpul pada Sabtu untuk unjuk rasa damai besar-besaran di Sunset Park, Brooklyn, AS, dengan slogan “Gencatan Senjata Sekarang.” Para demonstran menyerukan penghentian segera perang di Gaza dan mendesak agar pemerintah AS menghentikan dukungan militernya untuk Israel.

Para peserta, yang mewakili berbagai kelompok masyarakat sipil, komunitas agama, penggiat hak asasi manusia, dan warga yang peduli, berbaris sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Banyak dari mereka membawa spanduk yang mengutuk genosida yang sedang berlangsung dan mengecam kebijakan kelaparan yang dijalankan Israel terhadap warga sipil di Gaza.

Demonstrasi di Brooklyn adalah bagian dari gelombang protes yang lebih luas yang terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat akhir pekan lalu, termasuk Collingswood, New Jersey, dan Somerville, Massachusetts. Penyelenggara menggambarkan aksi tersebut sebagai bagian dari gerakan nasional untuk mengecam pengepungan dan genosida Israel di Gaza.

Pembicara dalam acara tersebut mendesak agar tekanan publik terhadap pembuat kebijakan terus dilakukan dan menekankan pentingnya akses kemanusiaan serta diakhirinya keterlibatan AS dalam perang tersebut.

Middle East Eye melaporkan, lima puluh lima orang ditangkap di London dalam demonstrasi menentang pelarangan Aksi Bela Palestina di luar parlemen Inggris pada Sabtu, menurut Polisi Metropolitan.

Para demonstran berkumpul untuk mendukung organisasi tersebut, yang dilarang di bawah undang-undang anti-teror awal bulan ini. Mereka mengangkat plakat bertuliskan “Saya menentang genosida. Saya mendukung Aksi Bela Palestina” sebelum polisi mulai menggiring mereka ke dalam mobil van.

Protes serupa juga terjadi di Edinburgh, Cornwall, dan daerah lain di Inggris, yang juga berakhir dengan penangkapan. Demonstrasi tandingan oleh aktivis pro-Israel di London, dengan plakat bertuliskan “tidak ada genosida” dan menggambarkan penduduk Gaza sebagai “2 juta perisai manusia,” mendapatkan perlindungan dari polisi.

Pemerintah melarang kelompok aktivis Palestina tersebut di bawah undang-undang anti-teror pada 4 Juli, menyusul insiden di mana para anggotanya masuk ke RAF Brize Norton dan menyemprot dua pesawat yang mereka klaim “digunakan untuk operasi militer di Gaza dan Timur Tengah.”

Undang-undang tersebut menjadikan keanggotaan dan dukungan terhadap kelompok ini sebagai tindak pidana yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara – pertama kalinya sebuah kelompok aksi langsung dilarang di Inggris sebagai kelompok teroris.

Para ahli PBB, kelompok hak asasi manusia, dan tokoh terkemuka telah mengutuk larangan tersebut sebagai tindakan yang kejam, memperingatkan bahwa hal tersebut akan berdampak buruk bagi kebebasan berekspresi dan hukum yang berlaku.

“Undang-undang terorisme memberikan otoritas yang sangat besar kepada pihak berwenang untuk menangkap dan menahan orang, menekan pidato dan pelaporan, melakukan pengawasan, dan mengambil tindakan lain yang tidak akan diizinkan dalam situasi lain,” kata Sacha Deshmukh, kepala eksekutif Amnesty International Inggris, dalam pernyataan sebelum pelarangan tersebut. “Menggunakannya untuk melawan kelompok protes aksi langsung adalah penyalahgunaan yang mengerikan dari tujuan mereka diciptakan.”

Continue Reading

Previous: Kolaborasi dengan Muhammadiyah, BPOB Selenggarakan Inkubasi Bisnis Cetak Pengusaha Muda untuk Ketahanan Pangan
Next: Kerugian Capai Rp100 Triliun, Prabowo Desak Penindakan Ketat Terhadap Pengoplosan Beras

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.