Inisiatif Gubernur Kalimantan Timur: Masjid sebagai Pusat Pengembangan Karakter Pemuda
BERITA TERBARU INDONESIA, SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengarahkan agar masjid-masjid di sekolah tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan karakter bagi para siswa.
“Kami melaksanakan Shalat Jumat di SMK. Harapannya, masjid sekolah bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan pendidikan, bukan hanya ibadah ritual,” ungkapnya setelah meresmikan Masjid Tarbiyatul Mujahidin di SMK Negeri 1 Samarinda, Kaltim, pada hari Jumat.
Rudy menekankan peran krusial masjid dalam membentuk karakter siswa secara menyeluruh. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di masjid sekolah, tidak hanya pendidikan agama, tetapi juga kegiatan sosial, budaya, dan lainnya.
Rudy mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki banyak individu cerdas, masih ada tantangan terkait karakter dan akhlak.
“Ke depan, kita harus membentuk karakter anak-anak kita, tidak hanya membuat mereka cerdas, tetapi juga berakhlak baik. Ini yang harus kita kembangkan di SMK Negeri 1 Samarinda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Surasa, mengapresiasi pendirian Masjid Tarbiyatul Mujahidin di SMKN 1 Samarinda.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan masjid yang memakan waktu sekitar sembilan tahun merupakan hasil kerja sama banyak pihak, termasuk siswa, guru, alumni, dan masyarakat.
Surasa menambahkan bahwa hal ini sesuai dengan peraturan menteri terkait komite sekolah yang memiliki kewenangan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat, asalkan tidak ditentukan jumlahnya.
Surasa juga membantah pandangan negatif mengenai penggalangan dana oleh komite sekolah. Keberhasilan pembangunan masjid ini menjadi contoh positif di tengah isu sensitif mengenai iuran komite sekolah.
