Gedung Putih Terima Hadiah Pesawat Boeing 747-8 dari Qatar
BERITA TERBARU INDONESIA, WASHINGTON — Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka secara resmi telah menerima pesawat Boeing 747-8 dari Qatar dengan nilai 400 juta dolar AS (sekitar Rp6,6 triliun). Pesawat mewah ini akan difungsikan sebagai pesawat kepresidenan Air Force One.
“Menteri Pertahanan telah menerima Boeing 747 dari Qatar dengan tetap mematuhi semua peraturan dan regulasi federal AS,” ungkap Juru Bicara Departemen Pertahanan AS Sean Parnell, Rabu (21/5/2025).
Parnell menyatakan bahwa Departemen Pertahanan AS akan memastikan bahwa semua sistem keamanan dan persyaratan misi fungsional dipersiapkan di pesawat yang akan digunakan Presiden AS ini. Parnell mengarahkan semua pertanyaan lebih lanjut kepada Angkatan Udara AS.
Di waktu yang sama, seorang sumber yang terlibat mengabarkan kepada media bahwa proses serah terima pesawat tersebut belum sepenuhnya final karena diskusi antara Washington dan Doha masih berlangsung. Pada Selasa (20/5/2025), pejabat senior Gedung Putih menyebutkan bahwa Gedung Putih adalah pihak yang menginisiasi pembelian pesawat Boeing 747 ini, meskipun Qatar menyebut pesawat itu sebagai “hadiah” untuk Presiden AS Donald Trump.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa rencana awal hanya menyewa pesawat tersebut, bukan membelinya. Pekan lalu, Presiden Trump menyatakan bahwa akan “bodoh” jika menolak tawaran pesawat gratis dari Qatar. Dia menyebut hadiah pesawat Boeing 747-8 dari Qatar ini sebagai “langkah yang baik”.
Pekan lalu, Ketua Komite Alokasi Anggaran Senat AS Susan Collins mengungkapkan bahwa rencana hadiah dari Qatar ini mungkin akan menghadapi masalah legal dan etis serta isu spionase. Beberapa pejabat dan mantan pejabat AS menyatakan bahwa dibutuhkan waktu bertahun-tahun dan dana miliaran dolar untuk membuat pesawat hadiah dari Qatar ini layak digunakan sebagai transportasi operasional Presiden AS.
Pesawat Boeing 747-8 yang bernilai 400 juta dolar AS ini akan menjadi hadiah termahal yang pernah diterima Presiden AS. Sebagai perbandingan, total hadiah yang diterima Joe Biden selama masa jabatannya hanya sekitar 250.000 dolar AS.
Sementara itu, laporan menyebutkan bahwa pesawat yang dikenal sebagai “Istana terbang” ini direncanakan akan menjadi pesawat kepresidenan resmi AS hingga akhir masa jabatan Trump.
Setelah masa jabatan Trump berakhir, pesawat ini akan dialihkan kepada yayasan perpustakaan kepresidenan Trump, sehingga dia tetap dapat menggunakannya setelah purnatugas. Berdasarkan kajian Gedung Putih, tindakan ini tidak dianggap sebagai penyuapan menurut hukum AS.
