Kelompok Abu Shabab Memohon Perlindungan, Pejuang Siap Menangkap Anggota dan Menghabisi Mereka
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA— Sumber keamanan senior dari pihak perlawanan Palestina menyatakan kepada Aljazeera bahwa mereka memiliki daftar hitam para pelaku perang, kelompok terorganisir, dan agen penjajah di Jalur Gaza.
Perlawanan Palestina menegaskan bahwa mereka akan mengadili individu-individu tersebut sebagai bagian awal dari pembalasan mereka.
- Israel Gunakan Bala Tentara dari Bangsa Jin untuk Hadapi Iran Selama Perang 12 Hari?
- Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Gereja Keluarga Kudus di Gaza
- Abu Ubaidah Jubir Al-Qassam Muncul Kembali dan Mengejutkan Israel, Ini Pidato Lengkapnya
Menurut Aljazeera, Senin (21/7/2025), sumber keamanan tersebut menambahkan bahwa mereka akan bekerja untuk mempublikasikan daftar hitam ini kepada masyarakat.
Individu yang tercantum dalam daftar tersebut sedang diawasi dan akan diadili secara revolusioner segera setelah situasi memungkinkan.
“Jika mereka tidak kembali ke pihak rakyat dan bertobat atas kesalahan mereka, tidak ada pilihan lain selain mempublikasikan daftar ini,” tegas sumber tersebut.
Sumber tersebut juga menyoroti bahwa perlindungan yang diberikan oleh musuh kepada para tersangka menghambat pengendalian yang cepat terhadap pelanggaran hukum, monopoli, dan kejahatan.
“Kami memperingatkan para tersangka bahwa cepat atau lambat, mereka akan menghadapi keadilan perlawanan dan pedangnya,” tambah sumber itu.
Awal bulan ini, seorang pejabat keamanan dari Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyebutkan bahwa titik-titik bantuan di Jalur Gaza digunakan untuk merekrut dan berinteraksi dengan para kolaborator penjajah.
BACA JUGA: Media Ungkap Ali Khamenei akan Lakukan Serangan Balasan Mendadak ke Israel
Narkoba dimanfaatkan untuk melibatkan kaum muda dalam kegiatan yang menjatuhkan, menghubungkan mereka dengan keamanan, dan menugaskan mereka untuk misi spionase.
Surat kabar Israel Yediot Ahronot juga melaporkan bahwa kelompok bersenjata beroperasi melawan Hamas di bagian utara dan selatan Jalur Gaza, di samping kelompok Yasser Abu Shabab yang aktif di Rafah di Jalur Gaza selatan.
