Kelompok Abu Shabab: Bandar Narkoba yang Beroperasi di Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA — Baru-baru ini, nama kelompok Abu Shabab yang beroperasi di Jalur Gaza menjadi sorotan. Kelompok bersenjata ini, dipimpin oleh Yasser Abu Shabab, dituduh sebagai pelaku kriminal yang mengkhianati kelompok perlawanan di Gaza karena berhubungan dengan militer Israel.
Yasser Abu Shabab, yang lahir pada 27 Februari 1990, telah menjalani hukuman penjara selama 25 tahun sejak 2015 atas kasus perdagangan dan distribusi narkoba. Ia berhasil melarikan diri dari penjara Khan Younis pada awal serangan Israel ke Gaza di bulan Oktober 2023, saat serangan bom terjadi secara masif. Setelah pelariannya, Yasser kembali berhubungan dengan intelijen Israel dan mulai membentuk jaringan bersenjata dari markasnya di Rafah, tempat ia dilahirkan.
Surat kabar Israel Maariv melaporkan bahwa dinas keamanan internal Israel, Shin Bet, bertanggung jawab atas pembentukan geng Abu Shabab. Mengutip sumber dari intelijen senior, laporan tersebut menyatakan bahwa kepala Shin Bet, Ronen Bar, mengusulkan inisiatif ini kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai bagian dari program percontohan untuk menetapkan aturan alternatif bagi Hamas di wilayah terbatas di Gaza.
Strategi Israel ini kabarnya melibatkan distribusi senjata yang terkendali kepada anggota geng, yang kebanyakan adalah individu dengan latar belakang kriminal yang direkrut untuk berperan sebagai tentara bayaran.
Menurut laporan Al Jazeera, militer Israel telah mendukung pembentukan geng-geng bersenjata untuk merusak keamanan dan stabilitas di Jalur Gaza.
Pejabat pertahanan Israel mengakui bahwa mereka mulai mempersenjatai sebuah kelompok yang dikenal sebagai Layanan Anti-Teror. Kelompok ini terdiri dari sekitar 100 pria bersenjata yang beroperasi di bagian timur Rafah di bawah komando Abu Shabab, yang disebut sebagai ‘agen Israel’ dan dianggap ‘pengkhianat’ di media sosial.
