Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Ekonomi
  • Green Sukuk: Pilar Utama Pemerintah dalam Membangun Ekonomi Syariah Berkelanjutan
  • Ekonomi

Green Sukuk: Pilar Utama Pemerintah dalam Membangun Ekonomi Syariah Berkelanjutan

Agus Santoso Mei 26, 2025
green-sukuk-jadi-andalan-pemerintah-bangun-ekonomi-syariah-berkelanjutan

Green Sukuk: Pilar Utama Pemerintah dalam Membangun Ekonomi Syariah Berkelanjutan

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Hingga 2024, pemerintah telah menerbitkan Green Sukuk Indonesia dengan total mencapai 9,59 miliar dolar AS. Ini termasuk Global Green Sukuk senilai 6 miliar dolar AS, Retail Green Sukuk sebesar 2,08 miliar dolar AS (Rp 30,68 triliun), dan Project Based Green Sukuk sebanyak 1,51 miliar dolar AS (Rp 22,22 triliun).

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak, Mochamad Agus Rofiudin, menyatakan bahwa penerbitan Green Sukuk membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dan keberlanjutan dapat berjalan seiring.

Green Sukuk dan Cash Waqf Linked Sukuk adalah inovasi penting yang memungkinkan masyarakat untuk berkontribusi dalam membiayai pembangunan nasional melalui instrumen berbasis syariah yang ramah lingkungan, kata Agus dalam forum Islamic Finance Dialogue yang diadakan BERITA TERBARU INDONESIA pada Senin (26/5/2025).

Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan Green Sukuk pada 2018. Instrumen ini selalu disusun berdasarkan Prinsip Green Bond dan Kerangka SDGs. Agus menjelaskan bahwa terdapat empat komponen utama dalam penerbitan Green Sukuk, yaitu penyediaan kerangka hijau, identifikasi proyek hijau, penggunaan dana eksklusif, serta penyusunan laporan dampak hijau tahunan.

Dampak nyata dari Green Sukuk tidak hanya terlihat dalam hal fiskal, tetapi juga dalam pembangunan dan lingkungan, ujarnya.

Penurunan emisi tercatat mencapai 2.317 ton CO₂ pada 2021 dan 1.884 ton CO₂ pada 2022. Proyek perkeretaapian berkontribusi menurunkan emisi hingga 2,77 juta ton CO₂, sementara konversi kendaraan ke listrik menyumbang penurunan 129,53 ton CO₂.

Green Sukuk adalah alat strategis untuk menciptakan manfaat sosial dan ekologis, mulai dari pengurangan polusi, penghematan energi, hingga pengembangan transportasi publik yang efisien dan rendah emisi, kata Agus.

Selain pemerintah, masyarakat juga berperan aktif. Program Lumbung Pangan BAZNAS, Sedekah Pohon, hingga Kebun Wakaf Produktif menjadi contoh inisiatif akar rumput berbasis syariah yang berorientasi pada keberlanjutan.

Semua ini menunjukkan masyarakat Indonesia adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan berkelanjutan melalui pendekatan syariah, ujar Agus.

Agus menekankan pentingnya sinergi seluruh potensi dalam ekosistem keuangan syariah nasional. Di sinilah pentingnya peran pemerintah sebagai fasilitator, regulator, sekaligus katalisator perubahan, ucapnya.

Ekonomi syariah telah ditetapkan sebagai bagian strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Dalam UU Nomor 59 Tahun 2024, penguatan regulasi, kelembagaan, digitalisasi, dan SDM ekonomi syariah menjadi prioritas. Sebagai implementasi, pemerintah bersama KNEKS telah menyusun Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2025–2029 yang memuat lima pilar utama: industri produk halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, ekonomi digital syariah, serta SDM dan riset.

Agus menyoroti dua pilar utama terkait keberlanjutan. Pertama, penguatan sektor keuangan syariah melalui Green Sukuk dan Sustainable Sukuk. Kedua, optimalisasi dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai modal sosial untuk pendidikan, ketahanan pangan, dan perlindungan sosial.

Masterplan ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi manifestasi komitmen nasional untuk memastikan prinsip-prinsip syariah berjalan seiring dengan nilai-nilai keberlanjutan global, pungkas Agus.

Continue Reading

Previous: Wakil Wali Kota Semarang Luncurkan Pondok Mami Sera, Inovasi Pangan Lokal dari CSR Pertamina
Next: Nova Arianto Yakin dengan Peluang Timnas U-17 di Piala Dunia U-17

Related News

  • Ekonomi

Peningkatan Premi BRI Insurance Mencapai 13,3 Persen

Intan Permatasari Agustus 11, 2025
  • Ekonomi

Pesanan Naik 113 Persen di GIIAS 2025, Chery Sasar Pasar Bandung dengan Produk Baru di Mall PVJ

Rina Kartika Agustus 11, 2025
konsesi-pelabuhan-saatnya-investasi-berbicara-lebih-dari-sekadar-angka
  • Ekonomi

Konsesi Pelabuhan: Waktu untuk Investasi Membuktikan Diri Lebih dari Sekadar Angka

Intan Permatasari Agustus 10, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.