Pakar Tasawuf dari Turki Jelaskan Sebab Utama Konflik Israel-Palestina
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Seorang Guru Besar Tasawuf dari Turki yang juga mantan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Prof Mahmud Erol, mengungkapkan pandangannya tentang konflik Israel-Palestina.
Prof Mahmud berpendapat bahwa penderitaan rakyat Palestina saat ini lebih dari sekadar krisis politik; itu adalah hasil dari penyimpangan ideologi agama yang diusung oleh Zionisme.
- Israel Gunakan Pasukan Mistis untuk Menghadapi Iran Selama 12 Hari Perang?
- Operasi Kereta Gideon: Kegagalan Terbesar dalam Sejarah Militer Israel, Bagaimana Bisa Terjadi?
- Iran Beri Sinyal Akan Serang Israel Lagi Jika Zionis Tak Segera Dihukum
“Agresi Israel perlu ditelaah dengan serius oleh para akademisi agama, karena ada beberapa interpretasi agama di balik filosofi Zionis,” ujar Prof Mahmud setelah menghadiri diskusi terbatas dengan pengurus Institute For Humanitarian Islam (IFHI) di Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/7/2025).
Beliau menjelaskan bahwa kekerasan yang dilakukan Israel berakar pada tafsir yang salah tentang ajaran Yudaisme, yang kemudian berkembang menjadi ideologi Zionisme.
Menurut Prof Mahmud, Zionisme merupakan ideologi politik yang mengklaim memiliki dasar keagamaan, tetapi sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“Mereka percaya bahwa hanya orang Yahudi yang layak disebut manusia. Sisanya harus tunduk, menjadi budak, atau dimusnahkan,” ujar Prof Mahmud.
Ia juga menyebut pola pikir ini sebagai bentuk ideologi yang tidak hanya salah, tetapi juga berbahaya bagi seluruh umat manusia.
“Jika dunia membiarkan ini terus berlanjut, maka setelah Palestina, umat Muslim lainnya, umat Kristen, dan semua non-Yahudi akan menjadi sasaran ideologi ini,” katanya.
Prof Mahmud juga menyinggung aspek genetik sebagai ironi sejarah. Ia mengutip hasil riset seorang profesor silsilah dari Universitas Ibrani yang menyatakan bahwa mayoritas warga Yahudi di Israel justru tidak memiliki DNA Yahudi murni.
“Profesor itu mengatakan bahwa hanya 10 persen warga Yahudi di Israel yang membawa gen Yahudi. Mayoritasnya berasal dari gen Eropa Timur. Justru gen Ibrani asli ditemukan dalam darah orang Palestina,” jelasnya.
Dari sini, Prof Mahmud menyimpulkan bahwa orang-orang Palestina sebenarnya adalah keturunan langsung dari komunitas Ibrani masa lalu, sehingga klaim Israel atas tanah Palestina berdasarkan ‘hak historis’ menjadi tak berdasar.
“Orang Palestina adalah orang-orang yang sangat mulia. Mereka gigih bertahan dan sejatinya merekalah pewaris tanah suci itu. Semoga Allah menolong mereka,” katanya.
