Pembahasan Peta Penarikan Pasukan Israel oleh Hamas: Indikasi Gencatan Senjata?
BERITA TERBARU INDONESIA, ISTANBUL — Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, dilaporkan sedang mengkaji peta terbaru yang diajukan oleh para mediator terkait kendali militer Israel di Jalur Gaza. Pengajuan ini merupakan bagian dari negosiasi mengenai potensi gencatan senjata dan pertukaran tahanan.
Hamas telah menerima peta yang diperbarui dari negara-negara mediator yang menunjukkan area di Gaza yang masih berada di bawah kontrol Israel, menurut sumber yang dekat dengan tim negosiasi di Qatar.
- Tiga Kebakaran di Jakarta dalam Dua Hari, Pemprov Didorong Bangun Pos Pemadam di Tiap Kelurahan
- Makna Kata-Kata Doa dalam Alquran
- Kasus Korupsi Mba Ita Dinilai Rusak Kredibilitas Pemkot Semarang
Peta tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah Beit Hanoun di utara, separuh Rafah, kawasan Huzaa dan Abasan di selatan Khan Younis, serta bagian besar Distrik Shujaiyya di Kota Gaza.
Sumber tersebut mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa Hamas telah memulai konsultasi internal untuk mengevaluasi peta tersebut dan berdiskusi dengan faksi-faksi Palestina lainnya.
Peta sebelumnya menunjukkan Israel masih menguasai penuh wilayah luas di Beit Hanoun, Beit Lahiya, seluruh Rafah, sebagian besar Khan Younis, serta area perbatasan — proposal yang sebelumnya ditolak oleh Hamas.
Hamas tetap bersikeras pada garis penarikan yang telah disepakati pada Januari, yang menyerukan penarikan pasukan Israel sejauh 390 hingga 1.100 meter dari wilayah Gaza.
