Hizbullah Menolak Meletakkan Senjata di Tengah Ancaman Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, BEIRUT — Pemimpin Hizbullah Naim Qassem kembali menegaskan bahwa kelompok bersenjata dari Lebanon tidak akan meletakkan senjata mereka di bawah ancaman dari tentara Israel. Menurutnya, strategi yang seharusnya diterapkan adalah perlawanan terhadap Israel, yang sebaiknya dibahas dalam konsensus nasional.
“Perlawanan ini kuat, dan kami siap untuk berjuang demi kedaulatan dan kemerdekaan Lebanon. Hizbullah telah berkorban besar dalam menjaga Lebanon dari agresi Israel,” katanya pada Selasa (5/6/2025).
Qassem memperingatkan bahwa rudal Hizbullah siap diluncurkan ke Israel jika rezim Zionis tersebut memperluas perang ke negara mereka. Hizbullah, bersama tentara Lebanon dan rakyatnya, akan melindungi diri dari serangan Israel.
“Segala keamanan yang mereka bangun selama delapan bulan akan hancur dalam waktu satu jam,” tambahnya.
Dalam pertemuan kabinet yang dipimpin oleh Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Selasa sore, tentara diberi tugas untuk mengendalikan semua senjata sebelum akhir tahun.
Perdana Menteri Nawaf Salam menegaskan kembali bahwa menjadi tanggung jawab negara untuk memonopoli kepemilikan senjata. Demikian dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah Lebanon.
Pernyataan Qassem ini muncul setelah pendukung Hizbullah berkumpul di ibu kota Lebanon, Beirut, pada Senin malam untuk memprotes usulan pelucutan senjata kelompok tersebut menjelang rapat kabinet yang membahas masalah ini.
Demonstrasi ini muncul di tengah tekanan dari Amerika Serikat terhadap Lebanon agar Hizbullah meletakkan senjatanya, sementara Israel hampir setiap hari melanggar gencatan senjata yang telah disepakati dengan Hizbullah untuk mengakhiri perang.
Hizbullah saat ini dalam kondisi lemah akibat perang dengan Israel tahun lalu, yang mengakibatkan sebagian besar pemimpin senior mereka dibunuh. Pertempuran tersebut juga menewaskan ribuan pejuangnya dan warga sipil Lebanon, serta menyebabkan pengungsian massal dari komunitas Syiah dan lainnya.
