Jakarta Diselimuti Kabut Usai Hujan Sejak Pagi, Sejuk Bak di Puncak
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak pagi hari Minggu (29/6/2025) membuat suasana menjadi dingin layaknya di dataran tinggi Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hampir seluruh area Jakarta dan sekitarnya tertutup kabut.
Fenomena kabut ini terjadi setelah peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menginformasikan bahwa wilayah Jabodetabek berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Bahkan, BMKG menempatkan peringatan ini dalam kategori waspada, dengan beberapa wilayah berisiko mengalami cuaca ekstrem. Hujan yang mengguyur Jakarta menyebabkan genangan di beberapa area, mengganggu aktivitas di luar ruangan, hingga potensi banjir lokal.
Peringatan ini didasarkan pada prakiraan curah hujan tertinggi yang dicatat di kota atau kabupaten terkait. Daerah yang diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat antara lain:
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kabupaten Tangerang
- Jakarta Utara
- Jakarta Timur
- Jakarta Selatan
- Kepulauan Seribu
- Kabupaten Bogor
Sejumlah pengguna media sosial melaporkan bahwa area di sekitar tempat tinggal mereka diliputi kabut. Selain Jakarta, cuaca di wilayah seperti Tangerang dan Bekasi juga terasa dingin hari ini.
“Kenapa di Jakarta Timur kabutnya tebal sekali hari ini, padahal cuma gerimis,” tulis akun @franz** di kolom komentar Instagram BMKG.
“Bekasi kok dingin kayak es ya? Kabutnya setebal Puncak saat musim hujan,” tulis @creatievtim**.
“Pamulang – Tangerang Selatan berkabut, dingin sekali… Butuh pelukan,” ucap @okihardiart***.
Penyebab Jabodetabek Berkabut
BMKG menyebut bahwa cuaca ekstrem hari ini dipicu oleh beberapa faktor atmosferik yang aktif membentuk awan hujan di berbagai wilayah. Salah satunya adalah Bibit Siklon Tropis 97W yang terdeteksi di sebelah timur Filipina. Siklon Tropis ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 20 knots dan bergerak ke arah barat-barat laut, mempengaruhi pola angin dan kelembapan di Indonesia bagian barat dan tengah.
Selain di Jabodetabek, gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial juga aktif di sekitar Lampung, Jawa, dan Bali. Gelombang ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
