Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Idol K-Pop Moon Taeil Dihukum 7 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerkosaan, Begini Kronologinya
  • Berita

Idol K-Pop Moon Taeil Dihukum 7 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerkosaan, Begini Kronologinya

Andi Pratama Juni 20, 2025
idol-k-pop-moon-taeil-dituntut-7-tahun-penjara-kasus-pemerkosaan-ini-kronologinya

Moon Taeil, Mantan Anggota NCT, Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Moon Taeil, yang sebelumnya tergabung dalam grup K-pop NCT, menghadapi tuntutan tujuh tahun penjara atas tuduhan pemerkosaan terhadap seorang perempuan asing yang dalam kondisi mabuk berat. Persidangan pertama dilaksanakan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 18 Juni 2025, dengan putusan final dijadwalkan pada 10 Juli 2025.

Taeil (31) bersama dua temannya yang dikenal sebagai Lee dan Hong, didakwa melanggar hukum Kejahatan Seksual dengan tuduhan pemerkosaan berat. Ketika dihadapkan pada majelis hakim, ketiga terdakwa menerima semua dakwaan yang diajukan. “Saya mengakui semua tuduhan,” ujar Taeil di pengadilan seperti diberitakan oleh The Straits Times.

Kronologi Kasus Moon Taeil

Berdasarkan penyelidikan dan dokumen pengadilan yang telah dipublikasikan, berikut adalah kronologi lengkap kasus yang melibatkan Moon Taeil.

13 Juni 2024: Kejadian Awal

Kejadian ini dimulai saat Moon Taeil dan dua rekannya bertemu seorang wanita asal China di sebuah bar di Itaewon, Seoul. Setelah pesta minuman keras hingga larut malam, korban kehilangan kesadaran. Taeil membantu korban keluar dari bar dan memasukkannya ke dalam taksi bersama Lee.

Setelah itu, mereka menuju rumah Lee di distrik Bangbae, sementara Taeil dan Hong mengikuti dengan kendaraan lain. Berdasarkan dakwaan jaksa, ketiganya diduga melakukan kekerasan seksual terhadap korban yang tidak sadar antara pukul 04.00 hingga 04.30 pagi. Bukti pesan teks menunjukkan bahwa perbuatan ini telah direncanakan, termasuk diskusi mengenai status korban sebagai warga negara asing dan upaya untuk memanipulasi data GPS agar terhindar dari hukuman.

28 Agustus 2024: Kasus Terungkap

Pada 28 Agustus 2024, agensi SM Entertainment merilis pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Taeil sedang diselidiki atas dugaan kejahatan seksual, dan aktivitasnya dengan NCT dihentikan.

“Setelah mengetahui keterlibatan Taeil dalam kasus kriminal terkait kejahatan seksual, kami memutuskan bahwa ia tidak bisa melanjutkan aktivitasnya bersama tim,” ungkap SM Entertainment.

Akibat pernyataan ini, anggota NCT lainnya mulai menjaga jarak. Taeyong menghapus foto-foto bersama Taeil di Instagram, sementara akun resmi NCT dan beberapa anggota lainnya, seperti Doyoung, berhenti mengikuti akun Taeil. Tak lama kemudian, Taeil menjadikan akun Instagram-nya privat.

7 Oktober 2024: Penyidikan Lebih Lanjut

Media Korea, Chosun, melaporkan bahwa Taeil diperiksa atas tuduhan pemerkosaan berat, yang melibatkan lebih dari satu pelaku dan korban yang tidak sadar. Ini setara dengan kategori pemerkosaan berat di banyak sistem hukum Barat.

Proses Hukum Berlanjut

Pada bulan Oktober, Taeil resmi didakwa oleh Kejaksaan Distrik Pusat Seoul. Berdasarkan penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku melalui rekaman CCTV setelah dua bulan penyelidikan intensif.

28 Februari 2025: Berkas Kasus Diserahkan

Kejaksaan menyerahkan dakwaan kepada pengadilan dengan tuduhan pemerkosaan berat terhadap warga negara asing yang dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh alkohol.

18 Juni 2025: Sidang Perdana

Di sidang perdana, Taeil dan dua terdakwa lain mengaku bersalah. Jaksa menuntut hukuman tujuh tahun penjara bagi mereka. Dalam pembelaannya, pengacara Taeil menyatakan bahwa kliennya menyerahkan diri secara sukarela kepada polisi, mencapai kesepakatan damai dengan korban, dan bahkan menerima surat dari korban yang menyatakan tidak ingin ada hukuman lebih lanjut.

Continue Reading

Previous: Prabowo Bahagia Bertemu Putin, Sambut Eurasian Economic Union
Next: Lonjakan Permintaan Tenaga Ahli di Bidang Artificial Intelligence

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.