Penundaan Implementasi Sanitary Landfill di Zona Baru TPA Sarimukti, Ini Alasannya
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG BARAT — Zona 5 atau area perluasan di TPA Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat telah digunakan untuk menampung sampah dari wilayah Bandung Raya. Namun, konsep pengolahan sampah di zona ini belum sepenuhnya meninggalkan praktik open dumping.
Sampah dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi dibuang langsung, kemudian disebarkan dan dipadatkan dengan alat berat, tanpa penutupan harian dengan tanah.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, menyatakan pihaknya berencana untuk mengganti open dumping dengan sistem sanitary landfill di zona 5 TPA Sarimukti. Namun, konsep ini belum sepenuhnya diterapkan.
“Belum sepenuhnya sanitary landfill, kira-kira seperti itu. Pemadatan harian belum dilakukan. Kami masih melakukan penyebaran dan pemadatan. Tapi tidak tepat jika disebut open dumping, karena kami sudah menggunakan geomembrane dengan pipa lindin dan gas,” ujar Arief pada Senin (21/7/2025).
Sanitary landfill adalah metode pengolahan sampah dengan mengisi sampah ke dalam lubang di tanah, kemudian menimbunnya dan memadatkannya. Sedangkan open dumping hanya menumpuk sampah di satu area tanpa perlakuan khusus, yang sudah dilarang berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah.
Arief menjelaskan bahwa belum diterapkannya sanitary landfill sepenuhnya disebabkan oleh anggaran tanah yang telah digunakan untuk pemadatan zona 2 dan 3, yang kini tidak lagi digunakan.
“Zona 5 baru dioperasikan pada bulan Juni, dan anggaran tanah penutup sudah digunakan untuk zona 2 dan 3,” kata Arief.
Meski demikian, pihaknya menargetkan zona 5 seluas 6,2 hektar tersebut akan sepenuhnya menerapkan konsep sanitary landfill. Mereka akan mengajukan dana dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun ini. “Kami akan mengusulkan anggaran perubahan, sekitar Rp 3 miliar, untuk zona 3, 4, dan perluasan zona 5,” tambah Arief.
Koordinator Pengelola TPA Sarimukti, Zidni Ilman, mengungkapkan bahwa pengelolaan limbah di zona 5 sudah lebih baik, dengan saluran air biasa dan air lindin yang terpisah. Zona baru di TPA Sarimukti dilengkapi dengan geomembrane, lapisan kedap air yang menutupi tempat pembuangan akhir sampah, untuk mencegah pencemaran air, tanah, dan udara.
“Instalasi limbahnya lebih rapi, air biasa dan lindin terpisah. Air biasa di atas geomembrane, dan lindin di bawahnya,” jelasnya.
