Israel Berikan Tanggapan Tegas atas Rencana Kunjungan Arab Saudi
BERITA TERBARU INDONESIA, YERUSALEM — Rencana kunjungan Pangeran Faisal bin Farhan dari Arab Saudi ke Tepi Barat, Palestina, bersama delegasi dari negara-negara Arab dan Turki berubah menjadi konflik diplomatik. Hal ini terjadi karena Israel berencana untuk menghalangi kunjungan tersebut.
Penghalangan dari pihak Israel ini kemungkinan akan memperburuk upaya Amerika Serikat dalam memfasilitasi normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel, pandangan ini disampaikan oleh para analis pada Senin (2/6/2025).
- Bantuan Kemanusiaan Pun Dipolitisasi oleh Negara Zionis!
- Timnas China Tiba di Jakarta Malam Ini, Batal Diperkuat Mantan Pemain Espanyol
- Badan Geologi Sudah Ingatkan Kerawanan di Tambang Gunung Kuda Cirebon Sebelum Longsor
Diplomat tinggi Arab Saudi dijadwalkan akan memimpin delegasi yang terdiri dari menteri-menteri luar negeri Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Mesir, dan Yordania untuk bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah pada Ahad (1/6/2025).
Media Israel melaporkan pada Jumat (30/5/2025) bahwa Israel akan menghalangi masuknya delegasi tersebut. Mereka memerlukan persetujuan dari Israel untuk masuk karena Israel mengontrol akses ke Tepi Barat, Palestina.
Seorang pejabat Israel mengatakan kepada CNN pada Jumat bahwa negaranya menganggap pertemuan itu provokatif dan Israel tidak akan berkolaborasi dengan langkah-langkah yang bertujuan untuk merugikannya dan keamanannya.
Pejabat Israel itu menambahkan bahwa Otoritas Palestina harus berhenti melanggar kesepakatannya dengan Israel di semua tingkatan.
Seorang pejabat senior Israel juga menyatakan kepada The Times of Israel bahwa pihak berwenang Israel telah memutuskan untuk memblokir delegasi tersebut.
Pejabat senior itu menyatakan bahwa Otoritas Palestina berencana untuk menggunakan kunjungan delegasi ini untuk mempromosikan pendirian negara Palestina.
