Ingin Menikmati Hidup Damai? Jadilah Orang yang Pemaaf
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Sebagai makhluk sosial, manusia ditakdirkan untuk saling membutuhkan satu sama lain. Kehidupan yang harmonis dapat tercipta dengan saling membantu dalam kebaikan.
Dalam kehidupan sosial, gesekan dan kesalahpahaman antarmanusia sering kali terjadi. Perbedaan sifat, karakter, sikap, dan cara pandang sering menjadi pemicu utama.
- Mengapa Rasa Malu Berkaitan dengan Iman?
- Raih Keberkahan Hari Jumat, Bacalah Surah al-Kahfi
- Barcelona Juara La Liga Spanyol Musim 2024/2025
Namun, saat gesekan tidak dapat dihindari, Islam mengajarkan kita untuk lebih menahan diri. Kebijaksanaan ini juga harus diterapkan meskipun kesalahan datang dari orang lain. Kita dianjurkan untuk menjadi orang yang pemaaf.
Allah menjanjikan ampunan dan surga bagi orang yang pemaaf dan menggolongkannya sebagai orang bertakwa. Hal ini disebutkan dalam firman-Nya.
Artinya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali Imran: 133-134).
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS an-Nur: 22).
