Pembahasan Presiden Prabowo dan Kepala PPATK tentang Rekening Dormant
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Keputusan untuk memblokir rekening dormant oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memicu reaksi dari masyarakat, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, kemudian bertemu dengan Presiden di Istana pada 30 Juli. Setelah pertemuan tersebut, Ivan tidak banyak memberikan pernyataan.
Koordinator Humas PPATK, M. Natsir Kongah, menyatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan dukungan dari Prabowo dalam melindungi rekening masyarakat Indonesia. Prabowo menekankan pentingnya perlindungan terhadap rekening warga dari kejahatan.
“Presiden mendukung langkah-langkah yang dilakukan untuk melindungi rekening masyarakat dari tindak kriminal,” ungkap Natsir kepada BERITA TERBARU INDONESIA, Ahad (3/8/2025).
PPATK menegaskan bahwa proses penghentian sementara terhadap rekening dormant masih berlangsung. Pertemuan dengan Prabowo tidak berarti proses tersebut harus dihentikan. “Masih terus berproses. Istilahnya bukan blokir tapi penghentian sementara. Jadi masih terus berlanjut,” jelas Natsir.
Rekening tabungan dinyatakan pasif atau dormant apabila tidak melakukan transaksi debit maupun kredit selama 180 hari berturut-turut, kecuali transaksi yang dilakukan oleh sistem untuk biaya administrasi, denda saldo minimum, pajak, dan bunga.
PPATK sendiri tidak memiliki kewenangan hukum untuk langsung memblokir rekening. PPATK hanya berfungsi untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi, sementara tindakan pemblokiran dilakukan oleh aparat penegak hukum seperti Polri, KPK, Kejaksaan, atau bank melalui sistem internal mereka.
Berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, pemblokiran harus dilakukan melalui koordinasi dengan lembaga yang memiliki kewenangan hukum.
Perlu diingat bahwa dana nasabah tidak hilang, melainkan dibekukan sementara untuk keperluan verifikasi.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyatakan bahwa pemblokiran transaksi rekening dormant hanya bersifat sementara. Ivan menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk melindungi hak dan kepentingan pemegang rekening dari kemungkinan penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
