Mengapa Anak Menjadi Kidal, Bukan karena Kesalahan Pengasuhan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Di tengah masyarakat, penggunaan tangan kiri atau kidal sering dianggap tidak lazim dan tidak sopan. Anak-anak yang kidal kerap diberi label sebagai hasil dari pengasuhan yang keliru, bahkan sering menjadi subjek ejekan serta perundungan dari teman sebaya maupun anggota keluarga.
Prof Ronny Rachman Noor, seorang ahli genetika ekologi dari IPB University, menjelaskan bahwa anak-anak kidal sering menghadapi tantangan dan kesulitan dalam proses belajar dan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan terhadap ketidakstabilan emosi, yang dapat menimbulkan frustrasi dan kecemasan.
Pengaruh Fasilitas dan Peralatan
Prof Ronny menambahkan bahwa hampir semua fasilitas umum dan peralatan yang ada dirancang untuk individu yang tidak kidal. Hal ini semakin memperburuk situasi bagi anak-anak kidal.
Pengaruh Genetik dan Lingkungan
Menurut Prof Ronny, kidal bukanlah gangguan, melainkan hasil dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Sekitar 40 gen, termasuk gen TUBB4B yang berfungsi dalam struktur sel manusia, diyakini berperan dalam menentukan dominasi tangan.
Namun, pengaruh lingkungan ternyata lebih dominan. Riset menunjukkan hanya 25 persen kecenderungan menjadi kidal disebabkan oleh faktor genetik, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor seperti posisi janin, paparan hormon saat kehamilan, berat lahir, budaya, hingga metode kelahiran.
Penelitian lain juga mengindikasikan bahwa berat lahir rendah dan proses kelahiran dapat mempengaruhi kekidalan. Ada juga kasus di mana bayi yang tidak disusui lebih mungkin menjadi kidal.
Anak Kidal dan Orang Tua
Prof Ronny menyanggah pandangan bahwa anak kidal hanya bisa lahir dari orang tua yang kidal. Faktanya, anak kidal bisa saja lahir dari orang tua yang tidak kidal, dengan kemungkinan sekitar 11 persen. Bahkan jika kedua orang tua kidal, peluang anak mereka menjadi kidal hanya sekitar 25 persen.
Secara evolusi, jumlah orang kidal terus menurun akibat seleksi alam yang mendukung keseragaman dan kerja sama sosial. Alat-alat yang diciptakan manusia umumnya mendukung dominasi tangan kanan, mengarahkan evolusi manusia menuju kelompok non-kidal.
