Israel Klaim Izinkan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, PBB: Truk Belum Bisa Masuk
BERITA TERBARU INDONESIA, KAIRO — PBB menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada bantuan yang terdistribusi di Gaza meskipun truk bantuan telah mulai melintasi perbatasan setelah blokade selama 11 minggu.
Menurut pejabat Israel, 93 truk memasuki Gaza pada hari Selasa, membawa berbagai bantuan seperti tepung, makanan bayi, peralatan medis, dan obat-obatan farmasi.
- Prakiraan Cuaca Hari Ini: Kota Surabaya Cerah – 15 Oktober 2023
- Prakiraan Cuaca Hari Ini, 20 Oktober 2023: Cerah di Kota Semarang dan Sekitarnya
- Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Namun demikian, PBB menyampaikan bahwa meskipun truk telah mencapai sisi Palestina di perbatasan Kerem Shalom, belum ada distribusi bantuan yang dilakukan sejauh ini.
Juru bicara Stephane Dujarric menyatakan bahwa sebuah tim “menunggu selama beberapa jam” agar Israel memberi izin akses ke area tersebut, tetapi “sayangnya, mereka tidak dapat membawa perlengkapan tersebut ke gudang kami”.
Israel pada hari Minggu setuju untuk mengizinkan “sejumlah makanan pokok” memasuki Gaza, di mana para ahli global telah memperingatkan akan terjadinya krisis kelaparan yang mengancam.
Tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat. Inggris menyatakan akan menangguhkan pembicaraan perdagangan terkait dengan apa yang disebut sebagai eskalasi militer Israel di Gaza yang “tidak dapat dibenarkan secara moral”, sementara Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyebut situasi tersebut sebagai “tidak dapat ditoleransi”.
Sementara itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan bahwa blok tersebut akan meninjau perjanjian perdagangannya dengan Israel mengingat tindakannya di Gaza.
Dujarric mengatakan operasi bantuan tersebut menjadi “rumit” karena Israel meminta PBB untuk “membongkar pasokan di sisi Palestina dari penyeberangan Kerem Shalom, dan memuatnya kembali secara terpisah setelah mereka mengamankan akses tim kami dari dalam Jalur Gaza”.
Ia menambahkan kedatangan pasokan tersebut merupakan perkembangan yang positif namun menggambarkannya sebagai “setetes air di lautan kebutuhan”.
Badan PBB memperkirakan 600 truk setiap hari dibutuhkan untuk mulai menangani krisis kemanusiaan kronis di Gaza.
Sebelumnya, kepala kemanusiaan PBB Tom Fletcher mengatakan bahwa ribuan bayi bisa meninggal di Gaza jika Israel tidak segera mengizinkan bantuan masuk.
