Rahasia Tersembunyi di Balik Jumlah Rakaat Sholat Menurut Syekh Nawawi al Bantani
BERITA TERBARU INDONESIA, Sebagai salah satu ibadah wajib, sholat adalah tiang agama yang termasuk dalam rukun Islam. Dari awal fajar hingga malam yang kelam, umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima kali sehari, yaitu Subuh, Dzuhur, Asar, Maghrib, dan Isya.
Allah SWT telah menetapkan waktu dan jumlah rakaat masing-masing sholat tersebut. Berkaitan dengan hal ini, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Sullam al-Munajah menjelaskan bahwa ada hikmah di balik penetapan waktu sholat dan jumlah rakaatnya.
Berikut beberapa hikmah dan peristiwa penting yang terjadi pada nabi-nabi terdahulu yang menjadi alasan jumlah rakaat dan waktu sholat tersebut.
Sholat Subuh
Orang pertama yang melaksanakan sholat Subuh adalah Nabi Adam. Kisah ini bermula ketika Allah menurunkannya dari surga ke bumi. Saat berada di bumi, Nabi Adam merasa takut dan khawatir karena bumi sangat gelap tanpa cahaya.
Tak lama kemudian, fajar terbit menghilangkan kekhawatiran dan rasa takut Nabi Adam. Saat itu, Nabi Adam melaksanakan sholat dua rakaat sebagai bentuk syukur. Rakaat pertama sebagai ungkapan syukur kepada Allah karena terhindar dari gelapnya malam, dan rakaat kedua sebagai syukur atas terbitnya fajar yang menerangi bumi.
Sholat Dzuhur
Orang pertama yang melaksanakan sholat Dzuhur adalah Nabi Ibrahim. Kisah ini bermula ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail. Singkat cerita, Nabi Ismail digantikan dengan seekor domba dari surga yang dibawa oleh malaikat Jibril. Kejadian ini tepat saat tergelincirnya matahari di waktu Dzuhur.
Atas kejadian itu, Nabi Ibrahim kemudian melakukan sholat sebanyak empat rakaat. Rakaat pertama sebagai syukur kepada Allah karena mengganti Ismail dengan domba, rakaat kedua sebagai syukur atas hilangnya kesedihan terhadap anaknya, rakaat ketiga sebagai permohonan ridha kepada Allah, dan rakaat keempat sebagai syukur atas karunia domba dari surga.
