Jokowi Ramalkan PSI Menjadi Partai Besar pada 2034
BERITA TERBARU INDONESIA, SOLO — Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden Ke-7 RI, optimis bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan berkembang menjadi partai besar di masa depan. Jokowi mengibaratkan PSI sebagai saham yang tidak hanya dimiliki oleh pengurus dan kader, tetapi juga tidak dikuasai oleh elit atau keluarga.
Pada Kongres PSI 2025, di mana Jokowi hadir sebagai pembicara dalam sesi Pesan Kebangsaan, ia mengemukakan bahwa PSI akan tumbuh menjadi partai yang kuat dan besar secara bertahap. Hal ini dikarenakan PSI memiliki citra sebagai partai Super TBK.
“Partai ini adalah milik semua pengurus, semua anggota, dan semua kader. Tidak ada kepemilikan elit, apalagi keluarga. Dengan cara ini, semua anggota dan kader harus berkontribusi dalam membesarkan partai,” ujar Jokowi dalam Kongres PSI 2025 di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/7/2025).
Jokowi menilai bahwa dengan branding PSI sebagai partai Super TBK, seluruh anggota dan kader merasa memiliki partai tersebut dan berusaha bersama untuk membesarkannya.
Sebagai mantan Wali Kota Solo periode 2005-2012, Jokowi juga menekankan bahwa menjadi partai yang kuat dan besar memerlukan waktu dan kerja keras dari semua anggota.
Jokowi memperkirakan bahwa PSI baru akan mencapai status sebagai partai besar pada tahun 2034, bukan 2029. Selain karena kepemilikan yang tersebar di antara seluruh anggota, Jokowi melihat PSI, dengan logo baru berupa gajah merah-putih, sebagai partai yang cerdas.
Ia menjelaskan bahwa gajah melambangkan pengetahuan, artinya kader PSI adalah individu-individu yang cerdas. Gajah juga mewakili kebijaksanaan, yang menjadi alasan Jokowi mendukung penuh PSI. “Yang terpenting, gajah itu kuat dan besar. Oleh sebab itu, saya mendukung sepenuhnya PSI,” ujar Jokowi.
