Jusuf Kalla: Pembelajaran dari Polemik Pulau Aceh dalam Pengambilan Kebijakan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Jusuf Kalla, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, menyebut bahwa perdebatan mengenai empat pulau di Aceh menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan terkait Aceh.
Pernyataan ini disampaikan oleh Jusuf Kalla setelah menerima kunjungan Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (17/6/2025).
“Ini adalah pelajaran bagi kita semua. Ini kasus pertama dalam 20 tahun terakhir yang menunjukkan pentingnya merujuk pada Undang-Undang Aceh dan MoU Helsinki sebelum membuat keputusan. Keputusan terkait Aceh harus melalui konsultasi dan persetujuan dengan pemerintah Aceh, tetapi hal ini tidak dilakukan,” ungkap JK, sapaan akrab Jusuf Kalla.
JK juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap sejarah dan undang-undang yang ada sebelum merumuskan kebijakan atau tindakan.
Dalam kesempatan tersebut, JK juga mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya dalam menyelesaikan permasalahan terkait empat pulau tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden, juga kepada Mendagri dan Wakil Ketua DPR Pak Dasco yang memimpin pertemuan ini. Mereka memiliki pandangan yang baik,” kata JK.
Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud mengunjungi JK setelah pemerintah mengembalikan status Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek ke wilayah administratif Provinsi Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Malik mengungkapkan rasa syukurnya atas tindakan cepat Presiden Prabowo Subianto dalam menyelesaikan sengketa antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara terkait keempat pulau ini.
“Sebagai Wali Nanggroe Aceh, saya mengucapkan syukur alhamdulillah atas terselesaikannya polemik empat pulau ini. Saya berterima kasih kepada Pak Presiden dan seluruh pihak yang telah menyelesaikannya, termasuk Pak Mendagri,” ujar Tengku Malik.
Malik juga menyatakan kekhawatirannya jika pemerintah salah langkah dalam mengambil keputusan, namun dia merasa lega karena kekhawatiran tersebut tidak terwujud, dan dia yakin masyarakat Aceh puas dengan keputusan Presiden terkait empat pulau tersebut.
“Saya merasa senang karena persoalan ini telah diselesaikan dengan bijaksana. Jika tidak, saya khawatir akan terjadi konflik antara Sumatera Utara dan Aceh,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada JK yang telah berperan dalam menyelesaikan persoalan ini.
“Saya berterima kasih kepada Pak Jusuf Kalla yang telah lama berhubungan dengan kami dan membantu menyelesaikan masalah ini,” tutupnya.
