Serangan Iran dan Reaksi Pemukim Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Gambar dan rekaman menunjukkan ribuan pemukim Israel melarikan diri ke tempat perlindungan setelah serangan pagi oleh Iran di Tel Aviv dan Haifa.
Serangan ini mengakibatkan setidaknya delapan orang Israel tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka, ketika rudal Iran menghantam wilayah pusat Israel, beberapa di antaranya berhasil menembus pertahanan udara dan mengenai lokasi penting di Tel Aviv dan Haifa.
Sementara itu, media Israel melaporkan ratusan warga Israel melarikan diri dari pelabuhan laut di Herzliya, Haifa, dan Ashkelon menggunakan kapal pesiar pribadi menuju Siprus. Ini mengingatkan pada gambaran lama pemukim yang menyeberangi lautan menuju Palestina pada tahun 1948.
Dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, Menteri Transportasi Israel Miri Regev mengeluarkan kebijakan yang melarang warga Israel meninggalkan negara tersebut, kecuali untuk orang asing dan turis, yang memicu diskusi luas di antara warga Israel.
Menurut laporan dari Haaretz, pelabuhan Israel telah berubah menjadi titik keberangkatan kapal pesiar pribadi yang membawa individu dan keluarga ke Siprus, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan yang memburuk.
Meskipun sebagian besar pelancong menahan diri dari memberikan pernyataan publik, beberapa mengakui bahwa mereka “lolos dari rudal”.
Dalam beberapa hari terakhir, Herzliya Marina telah menjadi “area pementasan alternatif,” dengan pasangan dan keluarga yang tiba di pagi hari, menyeret tas mereka untuk mencari kapal pesiar yang akan membawa mereka ke Siprus, dan dari sana ke tujuan yang lebih aman di luar Israel.
Refleksi Karakter Bani Israil dalam Alquran
Fenomena ini mengingatkan kita pada karakter Bani Israil yang diabadikan dalam Alquran. Alquran telah menegaskan berulang kali tentang karakter negatif bangsa Yahudi, termasuk sifat pengecut mereka.
