Kades Jepara Menjadi Penggerak Jamaah Haji Lansia, Melayani Seperti Merawat Orang Tua
Dengan langkah yang kuat, ia menggerakkan kursi tersebut menaiki lajur difabel yang setengah melingkar menuju area tawaf.
Setibanya di pintu tawaf, Abdurrahman berhenti sejenak di titik minum air zamzam. Pria asal Jepara ini mengambil gelas plastik, mengisinya dengan air zamzam, dan menyuguhkannya kepada jamaah lansia bernama Soemarno.
Setelah minum, Abdurrahman membasuh wajah jamaah asal Bogor itu dengan air zamzam. Basuhan itu terasa menyegarkan di waktu malam. Soemarno yang berusia 93 tahun tampak berdoa dengan lirih, sambil mengangkat kedua tangannya.
Pukul 23.30, Abdurrahman bangkit kembali. Ia menggenggam pegangan kursi roda dan bergabung dengan ribuan jamaah lainnya mengelilingi Ka’bah.
Abdurrahman, yang belum genap 40 tahun, adalah salah satu anggota Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH), yang bertanggung jawab sebagai koordinator penanganan lansia.
Abdurrahman memiliki latar belakang unik sebagai petugas lansia. Ia adalah kepala desa Pecangan Kulon, Jawa Tengah, terpilih sejak 2019 dan menjabat hingga 2027.
Seperti petugas lainnya, ia mengikuti seleksi petugas haji di tingkat pusat. “Awalnya saya mendaftar di bagian konsumsi,” ungkapnya saat ditemui oleh BERITA TERBARU INDONESIA di Media Centre Haji, Kamis (29/5/2025).
Abdurrahman menyatakan mendaftar menjadi petugas setelah mendapat informasi dari seorang teman. Ia mengikuti seleksi di tingkat pusat dan berhasil diterima. “Tujuan saya adalah menjadi bagian dari mereka yang melayani tamu Allah,” katanya.
