KAI Terapkan PLTS di 53 Lokasi untuk Kurangi Ketergantungan pada Energi Fosil
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperluas inisiatif energi terbarukan dan efisiensi operasional dalam upaya mengurangi emisi di sektor transportasi. Salah satu langkah yang diambil adalah pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 53 stasiun dan berbagai fasilitas kerja lainnya.
“Sistem ini menggunakan panel surya on-grid untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari seperti pencahayaan dan pendinginan,” ujar Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, Senin (21/7/2025).
Penerapan energi terbarukan ini di lingkungan KAI membantu menurunkan konsumsi listrik dari sumber konvensional dan mengurangi emisi karbon.
Instalasi PLTS juga dilakukan di gedung Jakarta Railway Center, balai perawatan di Tegal, Lahat, Yogyakarta, dan Surabaya Gubeng, serta fasilitas pendukung lain seperti Cipinang, Banjar, Kertosono, dan Soka. PLTS ini menjadi bagian dari kebijakan operasional ramah lingkungan yang secara bertahap diadopsi oleh perusahaan.
Di sektor layanan, KAI menambahkan fitur jejak karbon dalam aplikasi Access by KAI, yang memberikan informasi tentang jejak karbon moda transportasi kepada pelanggan. Anne menyebutkan bahwa fitur ini bertujuan untuk edukasi dan pelibatan publik dalam isu transisi energi.
Selain itu, sistem Track-Mod dan Smart Rail juga dikembangkan sebagai langkah untuk mengurangi gangguan perjalanan dan meningkatkan efisiensi perawatan jalur.
Dalam aspek lingkungan, KAI melakukan penanaman pohon dan penggunaan pupuk organik di lahan perusahaan untuk meningkatkan daya serap karbon tanah.
Ke depan, KAI juga menyatakan akan mengkaji penerapan teknologi penangkapan karbon dan pemantauan iklim, meski belum dirinci waktu maupun lokasi implementasinya.
Untuk mendukung mobilitas publik, KAI menawarkan diskon tiket sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial dari 5 Juni hingga 31 Juli 2025. Hingga 20 Juli 2025, sebanyak 3,09 juta tiket telah terjual dari total 3,52 juta kursi promo, atau sekitar 88 persen.
Anne menyatakan bahwa diskon ini bertujuan untuk memperluas aksesibilitas layanan kereta jarak jauh. “Program tarif hemat ini adalah bagian dari strategi memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
