Kamar Hotel di COP30 Brasil Capai 700 Dolar AS, Negara Berkembang Tertekan
BERITA TERBARU INDONESIA, COPENHAGEN — Beberapa negara berkembang mengungkapkan kekhawatiran terkait tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) di Brasil yang akan berlangsung pada November mendatang.
Saat ini, Brasil sedang berupaya meningkatkan kapasitas akomodasi hotel untuk menampung sekitar 45 ribu peserta yang diperkirakan hadir di COP30. Pihak pemerintah Brasil telah memastikan ketersediaan dua kapal pesiar yang akan menyediakan tambahan 6.000 tempat tidur bagi para peserta.
Kamar di kapal pesiar yang akan berlabuh di kota pesisir Belem tersebut ditawarkan sekitar 220 dolar AS per malam. Namun, harga ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan ‘tunjangan subsisten harian’ yang diberikan PBB kepada beberapa negara miskin untuk mendukung partisipasi mereka. Di Belem, besaran tunjangan yang ditetapkan adalah 149 dolar AS per hari.
Pada Rabu (31/7/2025), sebuah laporan dari kantor berita menunjukkan bahwa dua diplomat PBB memperlihatkan catatan harga kamar dari hotel dan pengelola properti di Belem selama pelaksanaan COP30, yang mencapai sekitar 700 dolar AS per malam.
Perwakilan dari enam pemerintah, termasuk dari beberapa negara maju di Eropa, menyatakan bahwa mereka belum mendapatkan akomodasi di Belem karena tingginya biaya. Beberapa negara bahkan berencana untuk mengurangi partisipasi mereka dalam acara penting tersebut.
Seorang juru bicara Pemerintah Belanda menyebutkan bahwa kemungkinan mereka akan mengurangi separuh jumlah delegasi dibandingkan COP sebelumnya. Biasanya, Belanda mengirimkan 90 orang untuk mengikuti pertemuan selama dua minggu, termasuk utusan khusus, negosiator, dan perwakilan pemuda.
“Kami belum mendapatkan akomodasi. Kemungkinan besar kami akan sangat mengurangi jumlah delegasi. Dalam skenario terburuk, mungkin kami tidak akan hadir sama sekali,” ujar Menteri Iklim Polandia, Krzysztof Bolesta, pada awal bulan ini.
Biro Iklim PBB dijadwalkan mengadakan rapat penting untuk membahas peningkatan biaya akomodasi COP30. Permasalahan logistik ini dilaporkan telah menghambat persiapan acara tingkat tinggi tersebut.
