Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Kesehatan
  • Lonjakan Kasus Diabetes pada Anak di Indonesia Menunjukkan Kekhawatiran
  • Kesehatan

Lonjakan Kasus Diabetes pada Anak di Indonesia Menunjukkan Kekhawatiran

Andi Pratama April 29, 2025
kasus-diabetes-anak-di-indonesia-tunjukkan-tren-mengkhawatirkan

Lonjakan Kasus Diabetes pada Anak di Indonesia Menunjukkan Kekhawatiran

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Prevalensi diabetes melitus tipe 1 pada anak mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, kasus ini meningkat tujuh kali lipat dalam satu dekade terakhir. Saat ini, tercatat sebanyak 1.948 anak menjadi pasien diabetes melitus tipe 1 di CDIC Indonesia.

Dr. Nur Rochmah, seorang dokter spesialis anak dengan konsentrasi endokrinologi, menjelaskan bahwa diabetes melitus (DM) tipe 1 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan medis yang berkelanjutan dan ketat. Setiap tahun, prevalensinya terus meningkat dan diperkirakan akan lebih tinggi karena banyak kasus yang belum terdeteksi.

Faktor Penyebab dan Komplikasi

Diabetes melitus tipe 1 pada anak seringkali tidak terdeteksi atau terlambat didiagnosis karena gejala awalnya tidak dikenali dengan baik. Selain itu, kesadaran orang tua terhadap kondisi ini masih rendah, ungkap dr. Nur Rochmah dalam sebuah diskusi media secara daring, Selasa (29/4/2025).

Penyebab utama diabetes melitus tipe 1 pada anak adalah gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel beta di pankreas yang memproduksi insulin. Faktor genetik dan lingkungan juga turut berperan dalam kondisi ini.

Menurut dr. Nur, faktor lingkungan yang dapat memicu respons autoimun meliputi infeksi virus tertentu, paparan racun, dan kekurangan vitamin D. Kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel beta pankreas, yang mengakibatkan defisiensi insulin dan peningkatan kadar glukosa darah.

Komplikasi Akut dan Kronis

Komplikasi yang dapat terjadi pada anak dengan diabetes melitus tipe 1 dibagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis. Dr. Nur menjelaskan bahwa komplikasi akut terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan penanganan segera.

Kondisi akut yang umum adalah hipoglikemia, di mana kadar gula darah terlalu rendah, dan hiperglikemia, di mana kadar gula darah terlalu tinggi. Jika hiperglikemia tidak diatasi, anak dapat mengalami ketoasidosis diabetik (KAD), kondisi darurat medis yang ditandai dengan pernapasan cepat, nyeri perut, hingga penurunan kesadaran, jelas dr. Nur.

Pada 2017, 71 persen kasus diabetes anak pertama kali didiagnosis setelah mengalami KAD, meningkat dari 63 persen pada tahun sebelumnya.

Dr. Nur melanjutkan, komplikasi kronis berkembang perlahan dalam jangka panjang dan dapat menyebabkan kerusakan organ permanen, terutama pada sistem pembuluh darah, baik kecil (mikrovaskular) maupun besar (makrovaskular).

Gangguan mikrovaskular dapat menyebabkan retinopati diabetik atau kerusakan mata, serta kerusakan ginjal dan saraf. Komplikasi makrovaskular dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah lainnya yang sebelumnya lebih sering ditemukan pada orang dewasa.

Komplikasi ini bisa mulai muncul jika diabetes tidak terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, edukasi, pemantauan rutin, dan pengelolaan kadar gula darah pada anak dengan diabetes melitus tipe 1 sangat penting, kata dr. Nur.

Continue Reading

Previous: Film Jumbo: Kreasi 420 Kreator Selama 5 Tahun, Kini Film Terlaris Ketiga
Next: PT Ceria Wujudkan Produksi Nikel Hijau, Dorong Pengembangan Industri Berbasis ESG

Related News

ckg-pesantren-menag-bukti-pemerintah-siapkan-langkah-preventif-terhadap-penyakit
  • Kesehatan

Pemerintah Tunjukkan Upaya Pencegahan Penyakit di Pesantren Melalui CKG

Agus Haryanto Agustus 4, 2025
tni-au-resmikan-poliklinik-stem-cell-di-lakespra-dr-saryanto
  • Kesehatan

TNI AU Membuka Poliklinik Stem Cell di Lakespra dr Saryanto

Dedi Saputra Juli 31, 2025
mengenal-rehabilitasi-robotik-inovasi-di-rs-hermina-kemayoran-bantu-pemulihan-pasca-stroke
  • Kesehatan

Memahami Inovasi Rehabilitasi Robotik di RS Hermina Kemayoran untuk Pemulihan Pasca-Stroke

Dedi Saputra Juli 30, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.