Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • lingkungan
  • Tanggung Jawab Perusahaan Sawit dalam Mencegah Kebakaran Hutan
  • lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Sawit dalam Mencegah Kebakaran Hutan

Dewi Anjani Mei 12, 2025
kebakaran-hutan-menlh-minta-perusahaan-sawit-tanggung-jawab

Kebakaran Hutan: MenLH Minta Perusahaan Sawit Bertanggung Jawab

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau 2025. Hanif menyatakan bahwa kebakaran lahan bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan energi yang menjadi prioritas pemerintah.

“Seluruh pihak harus bersatu dalam menghadapi masalah ini,” ujar Hanif dalam rapat koordinasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Provinsi Riau, Sabtu (10/5/2025).

Riau merupakan daerah dengan potensi kebakaran hutan yang tinggi. Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Lingkungan Hidup, Hanif mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan awal dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan meningkatkan risiko kebakaran, terutama di lahan gambut dan perkebunan.

“Kebakaran hutan dan lahan adalah ancaman nyata. Kita tidak boleh menunggu hingga api menyebar, kita harus bertindak sebelum itu terjadi,” kata Hanif.

Pemerintah mengidentifikasi perubahan iklim dan pola cuaca ekstrem, termasuk musim kemarau panjang, sebagai faktor utama peningkatan risiko kebakaran. Hanif menyatakan semua pihak harus lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang semakin meningkat.

“Dalam kondisi ini, kita perlu memperkuat upaya pencegahan dan memastikan setiap lapisan masyarakat dan sektor industri memahami perannya dalam pengendalian kebakaran lahan,” jelasnya.

Hanif menambahkan bahwa berdasarkan data terbaru, terdapat 184 titik panas (hotspot) di seluruh Indonesia hingga 9 Mei 2025. Meskipun jumlah ini turun sekitar 61 persen dibandingkan tahun 2024, kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi ancaman besar, terutama di wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.

“Angka hotspot ini merupakan indikator nyata peningkatan risiko kebakaran. Meskipun ada penurunan, kita tidak boleh lengah. Kita harus lebih proaktif, memperkuat sistem peringatan dini, dan merespons lebih cepat setiap tanda bahaya,” tegas Hanif.

Lebih lanjut, Hanif menyoroti lima faktor utama penyebab kebakaran lahan, termasuk penyiapan lahan untuk pertanian, kebakaran di lahan konflik, dan kebakaran di area gambut saat musim kering. Kebakaran di area gambut berisiko tinggi, terutama selama musim kemarau.

“Kita tidak bisa lagi membiarkan kebakaran lahan dianggap wajar. Ini saatnya untuk bertindak, bukan hanya mengatasi masalah kebakaran, tetapi mencegahnya sejak dini.”

Hanif juga mengapresiasi usaha dari GAPKI, yang menunjukkan komitmen kuat dalam mengurangi risiko kebakaran lahan melalui langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang matang. Dia menekankan bahwa Gapki dan semua perusahaan anggotanya memiliki peran vital dalam pengendalian kebakaran lahan.

“Jika perusahaan dapat mengimplementasikan sistem manajemen kebakaran dengan baik, maka kita memiliki harapan besar untuk mencapai target zero kebakaran di wilayah perkebunan,” ujar Hanif.

Hanif menekankan perlunya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mitigasi bencana kebakaran lahan. Dia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dalam menangani masalah kebakaran lahan.

“Kolaborasi ini yang akan membuat kita lebih siap menghadapi musim kemarau dan kebakaran lahan yang akan datang,” jelas Hanif.

Continue Reading

Previous: Trump Ragu Perubahan Iklim, AS Setop Pantau Bencana Alam
Next: Pelopor Geokimia dan Penjaga Misteri Bumi

Related News

monyet-gemoy-buat-resah-warga-kota-cimahi
  • lingkungan

Monyet Besar Ganggu Warga Kota Cimahi

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
truk-terguling-diduga-jadi-penyebab-munculnya-busa-di-sungai-cimeta-2
  • lingkungan

Truk Terguling Diduga Menjadi Sumber Busa di Sungai Cimeta

Siti Nurhaliza Agustus 10, 2025
kapolri-sebut-modifikasi-cuaca-efektif-tekan-karhutla-di-kalbar
  • lingkungan

Kapolri Sampaikan Keberhasilan Modifikasi Cuaca dalam Mengurangi Karhutla di Kalbar

Maya Lestari Agustus 8, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.