Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Keluarga Korban: Warga Terlibat dalam Pemusnahan Amunisi di Garut
  • Berita

Keluarga Korban: Warga Terlibat dalam Pemusnahan Amunisi di Garut

Dewi Anjani Mei 14, 2025
keluarga-korban-warga-dipekerjakan-dalam-pemusnahan-amunisi-di-garut

Keluarga Korban: Warga Terlibat dalam Pemusnahan Amunisi di Garut

BERITA TERBARU INDONESIA, GARUT — Sebanyak 13 orang kehilangan nyawa akibat ledakan yang terjadi saat pemusnahan amunisi afkir di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5/2025). Dari total korban meninggal, sembilan di antaranya adalah warga sipil.

Endang adalah salah satu dari warga sipil yang menjadi korban dalam insiden tragis tersebut. Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu baru pertama kali terlibat dalam proses pemusnahan amunisi yang sudah tidak layak. “Baru kali ini. Ini pertama,” ujar adik korban, Farid, Selasa (13/5/2025).

Farid mengatakan bahwa kakaknya diajak oleh teman untuk ikut dalam kegiatan pemusnahan amunisi. Dalam kegiatan tersebut, kakaknya bekerja sebagai buruh harian lepas. Farid mengaku tidak tahu pasti apa pekerjaan kakaknya dalam proses itu, hanya mengetahui bahwa kakaknya menerima upah antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per hari.

“Dipekerjakan sebagai buruh harian lepas. (Upahnya) ada yang bilang Rp 150 ribu, ada yang bilang Rp 200 ribu,” katanya.

Nahas, kakaknya justru tewas akibat ledakan yang terjadi saat proses pemusnahan. Padahal kakaknya masih harus menanggung kebutuhan keluarga.

Namun, ia berterima kasih karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memberikan perhatian khusus terhadap keluarga korban, terutama bagi anak-anak korban yang masih sekolah.

“Alhamdulillah, Gubernur memberikan bantuan sesuai harapan keluarga korban. Beliau menyatakan akan bertanggung jawab, membiayai anak-anak korban yang belum selesai sekolah,” ungkap Farid.

Agus Setiawan, warga lain yang juga terlibat dalam pekerjaan tersebut, mengatakan bahwa ia sering ikut bekerja dalam proses pemusnahan amunisi di sana bersama adiknya. Dalam sehari, ia menerima upah Rp 150 ribu ketika proses pemusnahan berlangsung.

“Tugasnya membuka amunisi,” ujarnya.

Agus mengaku telah terlibat dalam pekerjaan tersebut selama 10 tahun terakhir. Namun, baru kali ini terjadi ledakan yang memakan korban jiwa, termasuk adiknya yang juga menjadi korban.

“Saya sedang di tenda, bersih-bersih. Rencananya mau pergi ketika peristiwa terjadi,” katanya.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menewaskan warganya. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan menanggung kebutuhan pendidikan anak-anak korban.

“Anak-anaknya yang belum menikah menjadi tanggung jawab Gubernur. Pendidikan dan hidup mereka, biar kami yang mengambil alih tanggung jawab itu,” katanya.

Dedi juga menyatakan bahwa Pemprov Jabar telah memberikan uang untuk biaya pemulasaraan jenazah kepada keluarga korban, masing-masing sebesar Rp 50 juta per orang.

Dedi mengatakan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan keluarga korban. Menurut pengakuan mereka, korban sudah lama bekerja dalam proses pemusnahan amunisi tersebut.

“Pengakuannya mereka bekerja di sana sudah lama, sekitar 10 tahun membantu dan menjadi profesi yang ditekuni. Tampaknya sudah cukup berpengalaman,” ujarnya.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, menyatakan bahwa investigasi terkait peristiwa yang menewaskan 13 orang masih berlangsung. Ia belum bisa memastikan alasan keberadaan warga sipil dalam kegiatan tersebut.

“Tim investigasi masih bekerja, belum selesai,” katanya.

Continue Reading

Previous: Rudal Hipersonik Houthi Kembali Serang Bandara Ben Gurion di Israel
Next: Argentina Bidik Pasar Daging Sapi di Indonesia, Indonesia Usulkan Ekspor Ayam Olahan

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.