Kemenag: Ekoteologi Menjadi Topik Utama di AICIS
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) sekali lagi menyelenggarakan konferensi studi Islam tahunan, Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS+) di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok dari tanggal 29 hingga 31 Oktober 2025, dengan salah satu topik utamanya adalah ekoteologi.
“Kami memperkenalkan konsep yang disebut dengan salah satu subtema, yaitu ekoteologi,” ungkap Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu.
Menag menyatakan bahwa acara yang telah diadakan sebanyak 23 kali ini biasanya hanya berfokus pada studi peradaban Islam. Namun kali ini, pembahasannya akan mencakup isu-isu yang lebih luas.
Dalam AICIS kali ini, lanjutnya, terdapat delapan subtema yang akan dibahas, termasuk lingkungan, sains, teknologi, dan digital.
Menag menyoroti pentingnya ekoteologi. Ia berpendapat bahwa jika hubungan manusia dengan alam tidak harmonis, dampaknya bisa lebih parah dibandingkan perang. Setiap tahun, satu juta orang meninggal akibat perubahan iklim.
“Jadi jika kita tidak berhasil menciptakan harmoni antara lingkungan hidup dan alam, tingkat kematian manusia bisa sangat tinggi,” ujar Menag.
Menag mengutip pemikir politik, sosial, ekonomi, dan filsafat Jerman Max Weber yang menyatakan bahwa mengubah perilaku masyarakat tidak dapat dilakukan secara instan tanpa menyentuh aspek yang lebih mendasar, yaitu sistem pengetahuan atau logos yang dianut masyarakat.
Perilaku masyarakat sangat dipengaruhi oleh cara mereka memandang dunia dan realitas sekitarnya. Namun, perubahan dalam sistem logos saja tidak cukup. Diperlukan juga transformasi dalam sistem nilai atau ethos yang menjadi dasar moral dan budaya masyarakat.
“Jadi, jika kita ingin menciptakan dunia yang sejahtera, aman, dan damai, kita harus menggunakan bahasa teologi, bahasa agama,” katanya.
“Bahasa politik, bahasa diplomasi, dan bahasa pemerintah terkadang tidak efektif untuk menyadarkan masyarakat,” tambah Menag.
Oleh karena itu, lanjutnya, pembahasan ekoteologi dalam acara AICIS ini adalah salah satu upaya untuk menyelamatkan alam dan kemanusiaan.
“Kesadaran spiritual akan melahirkan kesadaran logika, dan kesadaran logika ini nantinya akan menyadarkan tindakan kita sendiri. Maka saya yakin dunia akan semakin damai, tenang, dan nyaman untuk dihuni,” kata Menag Nasaruddin Umar.
