Kemendiktisaintek Salurkan Rp 30 Miliar untuk Program Mahasiswa Berdaya
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG–Universitas Islam Bandung (Unisba) menjadi lokasi penyelenggaraan acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Program Kosabangsa serta Sosialisasi Program Mahasiswa Berdaya, yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di Aula Unisba, Kamis (19/6/2025).
Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan Unisba.
Menurut Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar khusus untuk Program Mahasiswa Berdaya. Alokasi tersebut, merupakan upaya untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai penggerak program pengabdian masyarakat yang relevan dengan Asta Cita dan program nasional. “Seleksi proposal akan dilakukan dengan ketat oleh tim independen,” ungkap Ketut.
Ketut menambahkan, acara ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis untuk memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa melalui Program Kosabangsa dan Program Mahasiswa Berdaya.
“Program Kosabangsa adalah salah satu program yang paling berhasil. Sosialisasi telah dilakukan di NTT, Surabaya, Surakarta, dan kini di Bandung. Kami berharap program ini disambut baik dengan meningkatnya jumlah dan kualitas proposal yang masuk,” ujarnya.
Ketut menjelaskan, program ini bertujuan untuk menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan demikian, kampus tidak lagi menjadi menara gading, tetapi hadir nyata sebagai agen perubahan sosial.
Melalui Program Mahasiswa Berdaya, katanya, mahasiswa ditempatkan sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek. “Mereka adalah pemikir, pemimpin, dan penggerak di tengah masyarakat, terutama di era disrupsi saat ini,” katanya.
Sementara itu, menurut Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., peluncuran program ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset dan pengabdian masyarakat yang kolaboratif dan berdampak nyata.
“Program Kosabangsa adalah bentuk transformasi sosial dari bawah. Mahasiswa Berdaya mencerminkan tanggung jawab intelektual mahasiswa sebagai agen perubahan, sekaligus membangun karakter calon pemimpin bangsa,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi “mahasiswa kupu-kupu”, tetapi juga ikut merespons dinamika dan kebutuhan masyarakat. “Harapannya, Bimtek ini menjadi sarana bagi mahasiswa mengembangkan nalar ilmiah mereka demi kebaikan masyarakat,” tuturnya.
