Kemandirian Daging Ayam dan Telur di Indonesia
BERITA TERBARU INDONESIA, JAWA TIMUR — Kementerian Pertanian mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai kemandirian dan kelebihan produksi daging ayam dan telur.
“Indonesia telah mencapai kemandirian untuk daging ayam dan telur dengan surplus masing-masing sebesar 0,12 juta ton dan 0,17 juta ton,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda di Probolinggo, Jawa Timur pada hari Selasa.
Saat ini, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan suplai dan permintaan agar harga ayam hidup dan telur di tingkat peternak tidak jatuh di bawah biaya produksi.
Namun, untuk daging sapi, Indonesia masih mengimpor sekitar 52 persen dari kebutuhan nasional. Demikian pula, untuk susu, impor masih mencapai sekitar 79 persen dari kebutuhan nasional.
Sebagai langkah lanjutan, Kementan bekerja sama dengan Satgas Pangan Polri untuk menstabilkan harga ayam hidup melalui pengawasan distribusi, penyerapan produksi peternak, serta pengendalian harga di tingkat konsumen dan produsen.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya untuk menstabilkan harga ayam ras hidup guna melindungi peternak lokal dari tekanan harga yang tidak wajar.
Kementan bersama Satgas Polri dan pihak terkait lainnya telah menetapkan harga ayam hidup Rp18.000/kg untuk semua bobot panen secara nasional mulai 19 Juni 2025, dalam Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional mengingatkan pelaku usaha untuk tetap berkomitmen pada kesepakatan harga livebird yang minimal di atas HPP dan berupaya agar tetap stabil.
Diharapkan, stabilisasi harga livebird ini selaras dengan program Makan Bergizi Gratis agar hasil peternak terserap optimal, distribusi merata, dan kesejahteraan peternak meningkat di seluruh daerah.
