KH Ma’ruf Amin: Peran Pengusaha dalam Kemajuan Ekonomi Syariah
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin menekankan pentingnya pengembangan pengusaha sebagai komponen utama dalam memperkuat ekonomi syariah nasional. Hal ini disampaikan olehnya saat secara resmi membuka acara Indonesia Sharia Forum (ISF) 2025.
“Kuncinya terletak pada pengusaha syariah,” ungkap Kiai Ma’ruf dalam pidato pembukaan ISF 2025 di Sasono Mulyo Ballroom, Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (26/5/2025).
- PM Australia Sebut Blokade Israel untuk Bantuan Gaza Keterlaluan
- Terungkap di Sidang, Biaya Joki Kerjakan Tugas Dokter Senior PPDS Undip Rp 88 Juta
- Empat Orang Copet Handphone di Stadion GBLA Bandung Ditangkap
Dikenal luas sebagai Bapak Ekonomi Syariah, Kiai Ma’ruf menyebut bahwa sejak terbentuknya Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), ekonomi syariah di Indonesia didukung oleh empat pilar utama: industri keuangan syariah, industri halal, dana sosial syariah (termasuk zakat dan wakaf), serta usaha dan bisnis syariah.
Menurutnya, pelaku usaha syariah dapat terus berkembang melalui tiga strategi utama. Pertama, inkubasi bagi pengusaha baru berbasis syariah. Kedua, pengembangan usaha syariah yang sudah ada. Ketiga, upaya untuk “menghijrahkan” pengusaha konvensional menjadi pelaku usaha berbasis syariah.
Kiai Ma’ruf menyatakan bahwa langkah-langkah ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ia merasa bangga dengan perkembangan saat ini, khususnya dengan semakin banyaknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).
Di berbagai provinsi, KDEKS terus tumbuh dan berkembang. Bahkan, kabar baik juga datang dari daerah-daerah yang mayoritas penduduknya non-Muslim.
“Gubernur Sulawesi Utara yang non-Muslim, namun menjabat sebagai ketua KDEKS. Ini membuktikan bahwa ekonomi syariah bersifat inklusif dan rahmatan lil’alamin,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kiai Ma’ruf menekankan bahwa ekonomi syariah tidak eksklusif untuk umat Islam saja, karena sistem ekonomi ini membawa manfaat bagi semua orang.
