Kiat Betah dan Sukses bagi Santri dengan Pendekatan SIAP SEDIA
Dalam kesempatan ini, mereka diajak untuk melihat langsung Gontor guna belajar lebih jauh. Di antara yang hadir adalah KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc., yang duduk bersama para pimpinan pesantren lainnya.
Selanjutnya, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan sambutan selamat datang sekaligus memberikan paparan penting mengenai masa depan pesantren. Menurut Kiai Hasan, pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan kehidupan Islami yang dikelola langsung oleh Kiai, menggabungkan Tripusat Pendidikan Islam; keluarga, masjid, dan masyarakat. Setiap pesantren memiliki: Sejarah, Identitas, Spesifikasi, Status, Manajemen, Fungsi, dan sebagainya. “Setiap pondok memiliki kebijakan sendiri, bebas dari intervensi. Mengintervensi Kiai tanpa diminta merupakan pelanggaran etika, bahkan antar kiai sekalipun, apalagi dari pihak luar!” tegas Kiai Hasan dengan gaya khasnya.
Pada kesempatan ini, KH. Hasan juga menjelaskan mengapa santri merasa nyaman di pesantren. Jawabannya adalah: terpenuhinya kesejahteraan utama, tersalurkannya bakat dan minat, serta lingkungan yang mendukung tercapainya cita-cita.
Agar santri betah dan sukses di pesantren, penulis merumuskan kiat yang disebut SIAP SEDIA. Rumusan ini dimaksudkan agar mudah diingat dan dipahami oleh para santri, termasuk guru dan orang tua dalam memberikan bimbingan kepada santri atau anak-anak mereka yang mungkin merasa goyah dalam belajar di pesantren. Bagi santri, terutama yang baru memulai hidup di asrama pesantren, tentu ini merupakan pengalaman baru. Oleh karena itu, diperlukan usaha lahir batin untuk bertahan dan melewati ‘seleksi alam’.
