Cerita Seorang Pria Saleh Berhadapan dengan Iblis
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Suatu hari, seorang pria saleh sedang berjalan pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya di pasar. Tiba-tiba, dia melihat sekelompok orang berkumpul di sekitar pohon besar. Karena penasaran, si Muslim mendekat ke kerumunan tersebut.
Ternyata, banyak orang menggunakan pohon besar itu sebagai tempat pemujaan. Beberapa dari mereka bersujud, seolah-olah pohon rindang itu adalah tuhan. “Ini syirik!” pikir si pria dalam hatinya, “Orang-orang seharusnya hanya menyembah Allah saja.”
Dia segera kembali ke pasar untuk membeli sebuah kapak dengan sedikit uang yang dimilikinya. Setelah itu, pria saleh ini kembali ke tempat tersebut untuk menebang pohon besar yang menjadi objek kesyirikan warga.
Belum sempat kapaknya menghantam pohon tersebut, si pria melihat sosok bertubuh tinggi besar dengan kulit gelap. Dia sadar bahwa makhluk yang dihadapinya adalah iblis yang menyerupai manusia.
“Hei, apa yang akan kamu lakukan dengan kapak itu?” tanya makhluk kafir tersebut.
“Saya akan menebang pohon ini yang disembah banyak orang. Mereka telah melakukan perbuatan syirik,” jawabnya.
Terinspirasi oleh semangat pria yang ahli ibadah itu, iblis melarangnya. Menurut makhluk terkutuk tersebut, sang pria tidak ada urusannya dengan pohon itu. Kenapa harus ditebang? Bukankah yang terpenting adalah bahwa dirinya tidak ikut-ikutan berbuat syirik seperti mereka?
“Jadi, kamu pergi saja dan kembali bekerja. Yang musyrik adalah masyarakat sini, bukan dirimu,” saran Iblis.
“Tidak mau. Kemungkaran mesti diberantas,” katanya sambil mendorong iblis yang berdiri di hadapannya.
“Tunggu sebentar! Jangan teruskan!” kata iblis mengancam.
Karena sama-sama bersikeras, terjadilah perkelahian antara pria tersebut dan iblis yang menjelma sebagai manusia. Dalam pertarungan itu, iblis kalah meskipun tubuhnya dua kali lebih besar dari pria alim tersebut.
