Cerita Tentang Suara Sepatu Bilal di Surga
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Setiap individu yang hidup pada masa Rasulullah Muhammad SAW, pernah bertemu atau bahkan tinggal di wilayah yang sama dengan beliau, serta beriman kepada ajaran yang dibawanya layak disebut sebagai sahabat. Namun, jika semua syarat itu terpenuhi kecuali tidak pernah berjumpa dengan Nabi SAW, maka gelarnya adalah tabiin.
Salah satu dari banyak sahabat Rasul SAW adalah Bilal bin Rabah. Secara fisik, Bilal dikenal sebagai seorang laki-laki dengan tubuh yang tegap dan kekar. Kulitnya berwarna hitam, dan rambutnya keriting hitam. Meski begitu, tatapan matanya meneduhkan.
- Riba Termasuk Dosa Besar, Ini Efek Dahsyatnya
- Erick Thohir: Ekonomi Syariah Harus Jadi Pilar Keseimbangan Ekonomi Nasional
- Islam Larang Menunda-nunda Pembayaran Utang
Keistimewaan dari sosok Bilal bin Rabah terletak pada suaranya. Banyak orang menikmati cara dia melantunkan ayat-ayat Alquran. Para sahabat Rasulullah SAW lainnya senang berinteraksi dengannya, tidak pernah memandangnya sebagai mantan budak, melainkan sebagai sesama Muslim.
Bilal bin Rabah selalu mendampingi Rasulullah SAW, termasuk saat umat Islam harus hijrah dari Mekkah ke Madinah. Di sinilah peristiwa yang akan mengabadikan nama Bilal dalam sejarah Islam terjadi. Perintah untuk shalat lima waktu telah turun.
Rasulullah SAW mengajak semua Muslim untuk mematuhinya. Saat itu, Masjid Nabawi baru berdiri di Madinah. Rasulullah SAW berdiskusi dengan para sahabatnya tentang cara memanggil umat Muslim untuk shalat berjamaah di masjid.
Beberapa saran muncul, di antaranya menggunakan terompet seperti orang Yahudi, atau membunyikan bel seperti orang Nasrani. Akhirnya, usulan yang diterima adalah dengan suara orang memanggil dengan lafaz yang ditentukan Rasulullah SAW. Itulah awal mula azan.
Rasulullah SAW mempercayakan Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan azan. Suara Bilal yang lantang namun merdu membuat hati siapapun bergetar. Dari tempat tinggi dekat Masjid Nabawi, Bilal bin Rabah mengumandangkan azan pertama dalam sejarah Islam.
Nubuat Nabi
Sosok sahabat Rasulullah SAW, Bilal bin Rabah, adalah contoh bagaimana Islam mengangkat derajat manusia tanpa memandang asal usul atau warna kulit. Islam menolak segala bentuk rasisme.
