Lomba Layar Terpanjang Australia Berakhir di Labuan Bajo
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Lomba layar terpanjang Australia, Fremantle Sailing Club (FSC) Race and Rally 2025, secara resmi ditutup pada Sabtu (24/5) di kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, sesuai dengan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Perth, Australia.
Para peserta menempuh jarak lebih dari 2.700 km atau 1500 mil laut dalam sekitar sembilan hari, memulai perjalanan dari Fremantle, Australia Barat, menuju Pulau Komodo.
“Tempat ini (Flores) sangatlah menakjubkan, terutama dengan sambutan hangat dari penduduknya,” ujar CEO Fremantle Sailing Club Craig Evans dalam acara penutupan, menurut laporan KBRI Perth yang diterima di Jakarta pada Minggu.
Craig juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak atas partisipasi mereka dalam penyelenggaraan acara ini dan menyatakan harapan agar lomba layar dan rally di masa depan dapat kembali berakhir di Labuan Bajo.
Deputi Bidang Events Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu, yang turut hadir dalam penutupan tersebut, mengungkapkan apresiasi karena Labuan Bajo dipilih sebagai tujuan akhir lomba.
Vinsensius berharap agar pengalaman positif selama berlayar dan kunjungan ke Flores dapat menarik para peserta untuk kembali ke Labuan Bajo di masa depan.
Sementara itu, Michael Giles, Direktur Event Lomba Layar, secara khusus menyampaikan apresiasi kepada KJRI Perth dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores atas koordinasi mereka yang mempermudah penyelenggaraan teknis lomba.
Acara penutupan atau malam presentasi juga dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional dari NTT dan permainan sasando. Acara berlanjut dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba di berbagai kategori.
Selama di Labuan Bajo, peserta lomba juga terlibat dalam beberapa kegiatan sosial, termasuk kunjungan ke SMK Stella Maris Labuan Bajo untuk berbagi pengalaman tentang pelayaran dari Australia ke Indonesia dan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berlayar di sekitar perairan Kepulauan Flores.
Selain itu, peserta juga melakukan penanaman 28 pohon di Parapuar Viewpoint sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan di Labuan Bajo. Perlombaan layar dan rally yang digagas oleh Fremantle Sailing Club ini bukan kegiatan pertama mereka ke Indonesia. Perlombaan pertama kali diadakan pada 1981 dengan tujuan akhir di Bali.
Sejak saat itu, klub Fremantle Sailing telah menyelenggarakan berbagai acara lomba dengan tujuan Bali sebanyak sembilan kali dan Lombok sebanyak dua kali.
