KNEKS dan BI Selenggarakan Bootcamp untuk Memperkuat Akses UMKM ke Pembiayaan Syariah
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Bootcamp Akses Pembiayaan/Pendanaan Syariah pada 21–22 Mei 2025. Acara ini adalah bagian dari rangkaian Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2025 dan diikuti oleh lebih dari 120 pendamping UMKM dari 47 Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia.
Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan para pendamping dalam memberikan asistensi teknis kepada pelaku UMKM binaan BI, termasuk pelaku usaha kuliner di Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS). Diadakan dengan tujuan agar mereka dapat mengakses pembiayaan syariah sesuai dengan karakteristik usaha dan prinsip syariah.
Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Yono Haryono, menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema BPS 2025, yaitu ‘Sinergi Peningkatan Pembiayaan Syariah untuk Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional’. Tema ini menunjukkan komitmen bersama dari para pemangku kepentingan di Pusat dan Daerah untuk memperkuat peran pembiayaan syariah sebagai instrumen penting dalam menggerakkan sektor riil, khususnya UMKM, secara lebih inklusif.
BI juga mendorong pendekatan blended financing, “Kami ingin mendorong sinergi antara sumber dana komersial dan sosial seperti skema Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) untuk mendukung pembiayaan berkelanjutan,” ujar Yono.
Deputi Direktur KNEKS, Achmad Iqbal, menekankan pentingnya peran Pendamping UMKM dalam memastikan para pelaku usaha memiliki pemahaman yang cukup dan kesiapan dalam mengakses pembiayaan syariah. Menurutnya, pendamping bukan hanya sekadar fasilitator, tetapi juga penghubung antara UMKM dengan berbagai sumber pembiayaan/pendanaan syariah yang tersedia.
“Pendamping UMKM berperan merekomendasikan skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik usaha serta mendampingi para pelaku usaha agar lebih siap dalam mengakses pembiayaan,” katanya.
Bootcamp ini berfokus pada penguatan kapasitas Pendamping UMKM terkait tiga aspek utama. Pertama, pendampingan penerapan prinsip syariah dalam usaha, pembiayaan, dan pendanaan. Kedua, pendampingan penyusunan studi kelayakan usaha. Ketiga, pendampingan akses pembiayaan syariah.
Bootcamp ini dilanjutkan dengan praktik pendampingan akses pembiayaan kepada UMKM binaan. Puncak kegiatan ini adalah Business Matching yang mempertemukan UMKM dengan Lembaga Keuangan yang sesuai kebutuhan UMKM.
Melalui kolaborasi antara regulator, lembaga keuangan, dan pendamping di lapangan, diharapkan dapat memperluas pemanfaatan instrumen keuangan syariah di sektor riil. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem pembiayaan syariah nasional, yang pada akhirnya mendukung peran UMKM sebagai pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia.
