Kerjasama Antara Pemerintah Pusat dan Daerah Krusial untuk Ketahanan Pangan
BERITA TERBARU INDONESIA, MALANG — Badan Pangan Nasional (NFA) mendorong adanya sinergi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam usaha memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu prioritasnya adalah mempercepat penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) Beras dan mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian lokal.
Percepatan Distribusi Bantuan Pangan
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto, pada pekan ini mengemukakan pentingnya kolaborasi yang erat antara pusat dan daerah, terutama dalam mempercepat distribusi Banpang Beras kepada keluarga penerima manfaat. “Kami harap pemda kabupaten/kota juga dapat mempercepat distribusi sehingga manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat,” kata Andriko, pada Rabu (23/07/2025).
Program Banpang Beras yang dialokasikan untuk Juni dan Juli 2025 ini ditargetkan kepada 18,3 juta KPM secara nasional. Keterlibatan aktif pemerintah daerah sangat krusial agar bantuan tersebut dapat segera diterima oleh masyarakat.
Pentingnya Penyaluran Beras SPHP
Selain Banpang, Andriko juga mengingatkan pentingnya percepatan penyaluran beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tingkat konsumen. Beras SPHP ini adalah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah memenuhi standar kualitas dan disalurkan melalui berbagai lembaga, seperti PT Pos Indonesia, Perum Bulog, ID Food, PTPN, PIHC, UPT Kementerian Pertanian, TNI-Polri, serta Koperasi Desa Merah Putih. Distribusinya diawasi ketat oleh Satgas Pangan untuk memastikan penyaluran yang efisien dan tepat sasaran.
Aspirasi Petani dan Harga Bawang Merah
NFA dalam dialog bersama Komisi IV dan kelompok tani menerima berbagai aspirasi dari petani. Salah satu isu yang muncul adalah harga bawang merah di tingkat produsen yang sering kali tidak menguntungkan. Menanggapi hal ini, Andriko menegaskan bahwa NFA telah mengambil langkah nyata.
“Kami telah menerbitkan Peraturan Badan Nomor 12 Tahun 2024 mengenai harga acuan pembelian dan penjualan untuk bawang merah, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Kami berharap ini dijadikan acuan oleh pelaku usaha, baik dalam membeli dari petani maupun dalam menjual ke konsumen. Ini penting agar harga lebih adil dan petani terlindungi,” jelasnya.
Pentingnya Kolaborasi Multipihak
Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa penguatan sistem pangan nasional harus dimulai dari kolaborasi multipihak yang konkret dan terukur. Negara hadir melalui program bantuan pangan, stabilisasi harga, dan penyerapan komoditas lokal. “Namun semua ini hanya bisa berhasil jika seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, ikut bergerak aktif,” ujar Arief.
