Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Situasi Sulit di SLB Negeri Pajajaran Bandung, Ruangan Terbagi Menjadi Dua Kelas
  • Berita

Situasi Sulit di SLB Negeri Pajajaran Bandung, Ruangan Terbagi Menjadi Dua Kelas

Dedi Saputra Juli 23, 2025
kondisi-memprihatinkan-slb-negeri-pajajaran-bandung-ruangan-disekat-jadi-dua-kelas

Situasi Sulit di SLB Negeri Pajajaran Bandung, Ruangan Terbagi Menjadi Dua Kelas

BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG– Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri A Pajajaran, Kota Bandung menghadapi kondisi yang memprihatinkan. Para peserta didik dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA terpaksa menempuh pendidikan dalam ruangan yang tidak layak atau jauh dari standar memadai selama proses belajar mengajar berlangsung di sekolah.

Menurut pantauan, terdapat ruangan perpustakaan yang digunakan sebagai ruang kelas. Selain itu, banyaknya lemari besi untuk penyimpanan dokumen yang masih berada di dalam kelas membuat suasana tidak nyaman.

Selain itu, ada ruangan yang dibagi menjadi beberapa bagian menggunakan lemari atau kayu untuk digunakan sebagai kelas bagi siswa. Aktivitas belajar terasa kurang nyaman karena suara dari pengajar yang saling bersahutan.

Tempat belajar siswa juga terdapat di ruangan kesenian. Di sebelahnya, terdapat kelas kecil yang dibatasi dengan kayu. Suara dari kelas ke kelas yang saling bersahutan menjadi gangguan bagi siswa di SLB Negeri Pajajaran.

Ketua Komite Sekolah SLB Negeri A Pajajaran, Dadang Ginanjar, menyatakan bahwa para siswa sempat dipindahkan ke SLB Cicendo karena SLB A Pajajaran sedang direnovasi. Namun, setelah renovasi selesai dan mereka kembali ke sekolah, ternyata jumlah ruangan berkurang.

“Masalahnya adalah ketika kembali, ternyata ruangan di sini sangat terbatas. Sebelumnya ada 37 ruangan, sekarang hanya tersisa 12 ruangan yang bisa digunakan untuk empat jenjang, yaitu TK, SD, SMP, SMA,” ujar Dadang saat ditemui di SLB Pajajaran, Rabu (22/7/2025).

Ia mengatakan orangtua dan siswa harus bersabar dengan kondisi kelas yang terbatas. Dalam situasi ini, Dadang menambahkan bahwa proses belajar mengajar menjadi terganggu dan siswa sulit berkonsentrasi, terutama ketika satu ruangan diisi dua hingga lima kelompok belajar.

“Pembelajaran jelas terganggu, karena anak-anak kami memiliki kendala penglihatan. Jadi orientasi yang digunakan lebih ke pendengaran, dan ketika satu ruangan ada dua guru yang berbicara, otomatis siswa tidak bisa berkonsentrasi menerima pelajaran yang seharusnya mereka dapatkan,” katanya.

Dadang juga menyebutkan bahwa ia telah mendapatkan informasi jika Dinas Pendidikan Jawa Barat akan membangun sekolah pada anggaran perubahan dan dilakukan tahun depan. Sambil menunggu, Dadang menyatakan orangtua tidak dapat berbuat banyak.

Pihaknya juga mendorong agar kepemilikan tanah yang saat ini dipegang oleh Kemensos segera dihibahkan ke Provinsi Jabar. Tanpa status legalitas tanah, Pemprov Jabar tidak dapat membangun. “Karena secara administrasi, pembangunan dan apapun itu tidak bisa dilakukan tanpa status legalitas tanah. SLB ini berada di bawah Pemprov Jabar,” ujarnya.

Dadang merasa bahwa perlakuan yang dialami siswa secara halus merupakan bentuk pengusiran. Karena sejak berdiri, SLB memiliki 8 gedung, yang kini terus menyusut menjadi hanya 5 gedung dan terakhir hanya 3 gedung. “Hanya dua gedung yang bisa digunakan, yaitu gedung C dan B,” katanya.

Ia mengatakan para siswa menggunakan gedung baru gedung e namun penggunaannya untuk kantor kepala sekolah. Total siswa di empat jenjang mencapai 116 siswa. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler pun ditiadakan karena ruangan digunakan sebagai kelas.

Continue Reading

Previous: Menkum: Eks Marinir Satriya Dapat Kembali Menjadi WNI Meski Kehilangan Kewarganegaraan
Next: Suzuki Luncurkan E Vitara, Akan Tersedia di Indonesia pada Awal 2026

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.