Kondisi Sosial dan Empat Jenis Pernikahan di Era Arab Jahiliyah
BERITA TERBARU INDONESIA,JAKARTA — Pada era Jahiliyah di kalangan bangsa Arab, ada beberapa kelas sosial yang memiliki kondisi berbeda satu sama lain. Hubungan seseorang dengan keluarganya di kalangan bangsawan Arab sangat dihormati, diutamakan, dan dijaga, meskipun harus dengan pedang terhunus dan darah tertumpah.
Untuk mendapatkan pujian dan dihormati oleh masyarakat Arab karena kemuliaan serta keberaniannya, seseorang harus sering disebut oleh kaum wanita. Bila seorang wanita menginginkan, dia bisa mengumpulkan beberapa kabilah untuk mencapai perdamaian, dan jika diinginkan, dia juga bisa memicu peperangan di antara mereka.
Namun demikian, seorang pria tetap dianggap sebagai pemimpin dalam keluarga, yang tidak boleh dibantah dan setiap ucapannya harus dipatuhi. Hubungan antara pria dan wanita harus melalui persetujuan wali wanita. Seorang wanita tidak bisa menetapkan pilihannya sendiri. Itulah gambaran singkat kelas bangsawan di masa Arab Jahiliyah.
Sementara itu, lapisan masyarakat lainnya beragam dan memiliki kebebasan dalam hubungan antara pria dan wanita. Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam buku Sirah Nabawiyah menggambarkan kelas ini dengan ungkapan-ungkapan yang kasar, buruk, dan tidak menyenangkan.
