Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Konsorsium Lintas Sektor Bantu Petani Kecil Indonesia Menghadapi Dampak Perubahan Iklim
  • Berita

Konsorsium Lintas Sektor Bantu Petani Kecil Indonesia Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

Siti Nurhaliza Juni 1, 2025
konsorsium-lintar-sektor-dukung-petani-kecil-indonesia-hadapi-krisis-iklim

Konsorsium Lintas Sektor Bantu Petani Kecil Indonesia Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Petani kecil di berbagai daerah di Indonesia, terutama yang mengandalkan komoditas ekspor seperti kakao, kopi, dan cengkeh, sedang menghadapi tekanan berat akibat dari perubahan iklim yang semakin parah.

Cuaca yang tidak stabil, serangan hama yang semakin ganas, dan kualitas tanah yang menurun jelas berdampak pada hasil produksi. Selain itu, situasi ini juga memperburuk kondisi hidup jutaan keluarga petani.

Untuk mengatasi tantangan ini, sebuah konsorsium kolaboratif telah diperkenalkan dengan tujuan memperkuat ketahanan para petani kecil Indonesia. Inisiatif ini melibatkan lima lembaga utama.

Institusi tersebut adalah Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia, Universitas Ghent dari Belgia, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, dan PT Supa Surya Niaga, yang juga mendapat dukungan dari Amati Indonesia.

Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menjelaskan bahwa konsorsium ini menggabungkan ilmu pengetahuan, bisnis, dan aksi komunitas dalam satu gerakan bersama untuk membangun ketangguhan petani.

Menurut Sidi, dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis bukti, seluruh mitra akan bekerja sama untuk mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia ke arah yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan adil, ujarnya dalam sebuah pernyataan tertulis, Minggu (1/5/2025).

photo

Petani menunjukkan tanaman padi sisa dimakan burung Pipit di persawahan Desa Jambon, Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (18/9/2023). Sejumlah petani mengaku terancam gagal panen akibat serangan burung Pipit dan hama tikus yang menyerang tanaman padi bersamaan sejak sebulan terakhir. – (Antara/Anis Efizudin)

Continue Reading

Previous: Lebih dari 115 Ribu Wisatawan Padati Stasiun Daop 4 Semarang Selama Liburan Kenaikan Isa Almasih
Next: Prioritaskan Halal, Baru Rasa dan Biaya!

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.