Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Kunjungan ke Pusat Riset Pertanian di Belanda, Wamentan Bertekad Perbaiki Nasib Petani
  • Berita

Kunjungan ke Pusat Riset Pertanian di Belanda, Wamentan Bertekad Perbaiki Nasib Petani

Agus Santoso Mei 4, 2025
kunjungi-pusat-riset-pertanian-belanda-wamentan-ingin-ubah-nasib-petani

Kunjungan ke Pusat Riset Pertanian di Belanda, Wamentan Bertekad Perbaiki Nasib Petani

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melaksanakan kunjungan strategis ke salah satu institusi riset pertanian terkemuka di dunia, Wageningen University and Research (WUR) di Belanda. Langkah ini diambil untuk mempercepat transformasi sektor pertanian nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Rektor IPB University Arif Satria sebagai bagian dari misi pemerintah Indonesia untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam riset dan teknologi pertanian.

“Kami berada di Wageningen University and Research, universitas terkemuka di bidang pertanian. Bersama Prof Arif Satria dan tim, kami berupaya mencari solusi atas berbagai tantangan pangan dan pertanian di Indonesia,” ujar Sudaryono dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

Sudaryono menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengadopsi teknologi pertanian mutakhir yang relevan dengan kondisi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami mencari solusi teknologi terbaik untuk diadopsi dan dikerjakan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas pertanian nasional, sehingga kita dapat mengurangi impor dan meningkatkan ekspor,” lanjut Sudaryono.

Dalam diskusi dengan para peneliti WUR, Sudaryono juga menyoroti isu penting terkait produktivitas kedelai, komoditas yang masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sudaryono menilai bahwa Indonesia tidak bisa terus bergantung pada impor kedelai.

“Kita memerlukan terobosan teknologi agar petani dapat memproduksi kedelai secara lebih efisien dan kompetitif,” tambah Sudaryono.

Pertemuan tersebut membahas berbagai potensi kerjasama, seperti pengembangan varietas kedelai unggul yang adaptif terhadap iklim tropis, penerapan sistem pertanian presisi berbasis data dan kecerdasan buatan, model pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi input dan hasil panen, serta pertukaran peneliti dan pelatihan teknis bagi petani dan akademisi Indonesia.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang memperkuat sistem riset, inovasi, dan pendidikan pertanian di tanah air,” ucap Sudaryono.

Wageningen University dikenal luas karena kepemimpinannya dalam bidang agroteknologi, bioteknologi, dan riset pertanian tropis. Indonesia berharap dapat memanfaatkan keunggulan tersebut untuk mempercepat pencapaian target swasembada pangan sekaligus membangun ekosistem pertanian modern yang berbasis sains dan teknologi.

Wamentan menekankan bahwa Kementerian Pertanian terbuka untuk semua bentuk inovasi dan kemitraan yang dapat mendorong pertanian Indonesia menjadi mandiri, modern, dan mendunia. Pemerintah juga fokus pada peningkatan produktivitas komoditas pertanian lainnya setelah berhasil mencatatkan surplus beras dan serapan gabah yang tinggi oleh Perum Bulog.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas strategis seperti kedelai yang masih bergantung pada impor,” imbuh Sudaryono.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi gabah nasional hingga April 2025 mencapai 13,95 juta ton, dengan surplus beras sekitar 2,8 hingga 3 juta ton dibandingkan konsumsi domestik yang hanya 10,37 juta ton.

Perum Bulog sendiri telah menyerap lebih dari 1,3 juta ton setara beras hingga akhir April, meningkat signifikan sebesar 2.000 persen dibandingkan periode yang sama pada 2015.

“Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kg dan penghapusan rafaksi menjadi kunci lonjakan serapan ini,” jelas Sudaryono.

Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Bulog, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi dasar untuk memperluas fokus ke komoditas lain seperti kedelai. Setelah beras surplus, Sudaryono menyebut Indonesia memastikan komoditas strategis lain seperti kedelai juga mandiri, selaras dengan visi menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

“Kunjungan ini menjadi simbol kuat bahwa pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan ketergantungan impor serta peningkatan kesejahteraan petani,” kata Sudaryono.

Continue Reading

Previous: Pilihan Populer untuk Perjalanan Kereta di Akhir Pekan
Next: Kemudahan Jamaah Haji dengan Fast Track dan Munakosah: Penjelasan Lengkap

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.