IHSG Terus Meningkat, Dibuka Lebih Tinggi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pada Jumat (25/4/2025) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif dengan kenaikan. IHSG dibuka bertambah 47,14 poin atau 0,71 persen ke posisi 6.660,62. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 naik 7,49 poin atau 1,01 persen menjadi 749,36.
“IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan selama tetap di atas level 6.530,” kata Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, Fanny Suherman, di Jakarta, Jumat (25/5/2025).
- Tensi Perang Dagang Mereda, IHSG Menghijau
- BI Tahan Suku Bunga, IHSG Ditutup Menguat
- Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, IHSG Dibuka Menguat
Di tingkat internasional, Kementerian Perdagangan China menegaskan tidak ada negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung.
Juru bicara He Yadong menyatakan bahwa semua kabar terkait perkembangan bilateral ‘tidak dapat dipercaya’ dan mendesak agar semua tarif sepihak dari AS dibatalkan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menunjukkan sikap lebih lunak dengan menyatakan kesiapan untuk berdialog.
Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent melihat peluang tercapainya kesepakatan dagang besar. Saat ini, tarif impor AS terhadap produk China mencapai 145 persen.
Di tengah ketidakpastian negosiasi antara China dan AS, kabar baik datang dari Asia Timur lainnya, di mana Menteri Keuangan AS Bessent memprediksi kesepahaman dagang dengan Korea Selatan dapat tercapai pekan depan.
Dari dalam negeri, Tim Negosiasi Indonesia kembali bertemu dengan Perwakilan Dagang AS (USTR) dan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick untuk membahas negosiasi tarif resiprokal pada Rabu (23/4).
Kedua negara telah menandatangani perjanjian bilateral mengenai perlakuan informasi terkait perdagangan, investasi, dan keamanan ekonomi, dengan target negosiasi selesai dalam 90 hari sejak pengumuman kebijakan tarif pada 9 April 2025.
Pada pekan ini, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2025 pada Selasa (22/4) dan Rabu (23/4) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap di level 5,75 persen.
Dari Eropa, bursa saham ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis (24/4), dipimpin oleh sektor otomotif dan material. Investor merespons laporan keuangan yang beragam dan mengamati dinamika perdagangan AS yang terus berubah. Sektor otomotif memimpin dengan kenaikan 1,9 persen, dipimpin oleh Renault yang naik 4,4 persen setelah melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartal I-2025.
Indeks STOXX 600 pan-Eropa menguat 0,36 persen menjadi 518,61, indeks DAX Jerman naik 0,47 persen menjadi 22.064,51, indeks FTSE 100 Inggris naik tipis 0,05 persen ke 8.407,44, dan CAC 40 Prancis menguat 0,27 persen ke 7.502,78.
Di perdagangan Kamis (24/4), bursa Wall Street AS mengalami lonjakan didorong oleh penguatan saham raksasa teknologi seperti Nvidia, Meta, Amazon, Tesla, dan Microsoft yang semuanya mencatat kinerja positif.
Indeks S&P 500 naik 2,03 persen, Nasdaq Composite meningkat 2,74 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,23 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 470,73 poin atau 1,34 persen ke 35.509,88, indeks Shanghai menguat 0,68 poin atau 0,02 persen ke 3.297,97, indeks Kuala Lumpur menguat 1,60 poin atau 0,11 persen ke 1.508,12, dan indeks Strait Times melemah 13,55 poin atau 0,35 persen ke 3.818,37.

Sumber: Antara
