Legislator Mendorong TNI untuk Tingkatkan Sistem Keamanan Amunisi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI Lola Nelria Oktavia mengamati insiden pemusnahan amunisi afkir di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/4/2025), yang menyebabkan 13 korban jiwa, termasuk empat prajurit TNI AD. Lola meminta adanya perbaikan dalam pengelolaan amunisi yang tidak layak pakai sebelum dimusnahkan.
Lola mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, kegiatan pemusnahan amunisi ini bukanlah yang pertama dilakukan.
“Jarak dengan Polres (Garut) juga sekitar tiga jam. Jadi seharusnya sudah ada pertimbangan yang matang, terutama dalam hal pengalaman penyelenggaraan kegiatan yang mempertimbangkan keamanan dan keselamatan masyarakat,” kata Lola dalam pernyataan pers di Jakarta pada Selasa (13/5/25).
Meskipun demikian, Lola menekankan bahwa semua pihak harus menunggu hasil investigasi resmi yang dilakukan oleh TNI AD. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi. “Mari kita tunggu hasil penyelidikan resmi untuk memastikan keadilan bagi para korban. Tidak perlu ada spekulasi yang terlalu dini terkait peristiwa ini,” ujar anggota Fraksi Nasdem DPR tersebut.
Lola juga menegaskan bahwa TNI dan Polri diharapkan dapat memberikan transparansi dalam penanganan kasus yang menewaskan sembilan warga sipil tersebut. “Selain itu, perlu adanya perbaikan sistem keamanan dalam pengelolaan amunisi. Jangan sampai kejadian serupa terulang atau terjadi di tempat lain,” tambah Lola.
Selain itu, Lola menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban. Dia menyatakan bahwa peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat luas. “Korban luka juga harus mendapatkan penanganan cepat dan perawatan terbaik agar jumlah korban jiwa tidak bertambah,” kata Lola.
