Melestarikan Terumbu Karang, Menteri Trenggono Ungkap Dua Model Pembiayaan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia mengembangkan inovasi pembiayaan sebagai langkah strategis untuk melindungi terumbu karang dan kawasan konservasi laut di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan pelestarian sumber daya kelautan.
“Salah satu tantangan dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan adalah pendanaan, yang mendorong kita untuk menciptakan inovasi dalam pembiayaannya,” ujar Trenggono dalam acara “16th Anniversary of CTI-CPF and Coral Triangle Day 2025” di Jakarta, Kamis.
Ia memperkenalkan dua model inovasi pembiayaan yang sedang dikembangkan, yakni Indonesia Coral Reef Bond Project dan Debt for Nature Swap-The Tropical Forest and Coral Reef Conservation (DNS-TFCCA), yang saat ini disiapkan Indonesia dengan dukungan lembaga internasional.
Coral Reef Bond merupakan instrumen pembiayaan konservasi laut yang risikonya ditanggung oleh Bank Dunia dan dikaitkan dengan standar efektivitas konservasi International Union for Conservation of Nature (IUCN) Green List, tanpa melibatkan utang pemerintah.
Sementara itu, DNS-TFCCA memungkinkan pengalihan utang luar negeri Indonesia menjadi dana konservasi untuk perlindungan terumbu karang di bawah skema Tropical Forest and Coral Reef Conservation.
Skema ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan pengelolaan kawasan konservasi dan mendukung target-target CTI-CFF untuk mencapai keseimbangan antara perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Trenggono, inovasi keuangan menjadi solusi dalam mendukung agenda konservasi laut yang inklusif, partisipatif, dan transparan di kawasan segitiga karang.
Pada kesempatan tersebut, Trenggono juga mengajak semua pihak untuk menjadikan Coral Triangle Day 2025 sebagai momentum bersama untuk mewujudkan laut yang sehat dan produktif melalui investasi konservasi berbasis kolaborasi lintas sektor.
