Kemenag dan Pimpinan Gereja Bersatu Cegah Perdagangan Manusia
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag) berkolaborasi dengan pimpinan dari berbagai aras gereja dan sinode untuk mencegah terjadinya perdagangan manusia di tengah umat.
Aras gereja mencakup organisasi gereja yang beroperasi di tingkat nasional, sementara sinode adalah badan tertinggi dalam struktur gereja yang memimpin jemaat di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kemenag, Amsal Yowei, menyatakan bahwa pihaknya telah merancang beberapa kegiatan untuk mengantisipasi perdagangan manusia dengan melibatkan pimpinan gereja sebagai perpanjangan tangan dari Ditjen Bimas Islam.
“Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan para pemimpin gereja agar mereka dapat melayani umat dengan baik dan mencegah terjadinya hal-hal seperti itu,” ujar Amsal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Selain itu, dia menambahkan bahwa mereka juga bekerja sama dengan Kementerian PMK dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan pembekalan mengenai bahaya perdagangan manusia.
“Kami tidak langsung menyasar korban, tetapi bekerja melalui pimpinan-pimpinan gereja. Ini adalah program baru yang kami rencanakan untuk 2025,” katanya.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas nasional Ditjen Bimas Kristen, yang berfokus pada upaya mewujudkan kerukunan dan cinta kemanusiaan di Indonesia.
“Kami melihat ini sebagai bagian dari kemanusiaan. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang mulia dan memiliki martabat, sehingga program ini menjadi langkah antisipasi untuk mencegah perdagangan manusia,” ungkap Amsal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen telah mengadakan sosialisasi di Jawa Barat yang dihadiri oleh sekitar 40 pimpinan gereja secara langsung, serta lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia secara daring.
Para pemimpin gereja ini nantinya akan menyampaikan materi pencegahan perdagangan manusia kepada jemaat mereka.
Selain fokus pada isu kemanusiaan, Ditjen Bimas Kristen juga menjalankan program cinta lingkungan melalui ekoteologi, yang merupakan bagian dari delapan program prioritas Kemenag.
Tujuan dari program ekoteologi adalah menanamkan rasa cinta lingkungan di kalangan jemaat, sehingga pelayanan umat tidak hanya terbatas pada sesama manusia, tetapi juga kepada lingkungan sekitar sebagai bagian dari ibadah dan pengamalan nilai iman.
“Program ini bukan hanya untuk internal Kristen, tetapi juga berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag di tingkat provinsi dan pimpinan lembaga keagamaan lainnya,” jelasnya.
