Situasi di Los Angeles Masih Tegang, Ratusan Marinir AS Dikerahkan
BERITA TERBARU INDONESIA, LOS ANGELES – Pentagon merencanakan penempatan sekitar 700 Marinir ke Los Angeles untuk menghadapi protes imigrasi, berkolaborasi dengan penegak hukum setempat dan Garda Nasional, pada Senin waktu setempat. Langkah ini diambil mengingat aksi protes terhadap kebijakan imigrasi Trump yang terus berlanjut di kota tersebut.
Marinir yang dikerahkan berasal dari Batalyon ke-2, Marinir ke-7, dan Divisi Marinir ke-1. Mereka akan bekerja sama dengan sekitar 2.100 anggota Garda Nasional di lapangan untuk menjaga properti dan personel federal, termasuk agen imigrasi federal, menurut pernyataan Komando Utara AS.
Marinir bergerak dari pangkalan mereka di Twentynine Palms di wilayah gurun California pada Senin. Menurut Posse Comitatus Act, mereka tidak diperbolehkan melakukan tugas penegakan hukum. Pentagon sedang menyiapkan panduan untuk menjelaskan kepada Marinir mengenai apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan, kata seorang pejabat AS.
Pasukan ini telah dilatih dalam deeskalasi, pengendalian massa, dan aturan dalam penggunaan kekuatan, dan mereka akan dipersenjatai dengan perlengkapan standar mereka. Komando Utara menyatakan bahwa semua pasukan akan berada di bawah Satuan Tugas 51, dipimpin oleh Mayjen Scott Sherman, wakil komandan Angkatan Darat AS di Utara.
Kerusuhan di Los Angeles dipicu oleh upaya deportasi massal imigran oleh badan imigrasi dan bea cukai federal (ICE) pekan lalu. Protes menentang tindakan tersebut memicu kerusuhan dan bentrokan dengan aparat.
Polisi Los Angeles melaporkan penangkapan 29 orang pada Sabtu malam karena tidak membubarkan diri. Penangkapan berlanjut pada Ahad dengan 21 orang ditahan atas berbagai tuduhan mulai dari percobaan pembunuhan dengan bom molotov hingga penyerangan terhadap petugas polisi dan penjarahan.
Departemen kepolisian juga mengonfirmasi penggunaan gas air mata dan lebih dari 600 peluru karet serta amunisi tidak mematikan lainnya selama akhir pekan. Lima petugas mengalami luka ringan.
Pada Senin, para demonstran kembali berkumpul, mengibarkan bendera Meksiko dan menari diiringi musik live di distrik bersejarah El Pueblo di Los Angeles, hanya beberapa blok dari pusat penahanan federal di pusat kota. Kawasan ini dekat dengan Jalan Olvera yang terkenal, pasar penuh warna yang merayakan budaya dan warisan Meksiko. Beberapa pemimpin protes memimpin massa dengan seruan, ‘Ini jalan siapa? Ini jalan kami,’ diiringi penampilan band.
Kepala Polisi Los Angeles Jim McDonnell menyatakan bahwa departemennya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai kedatangan Marinir.
Dia menyatakan pada Senin sore bahwa pihak kepolisian yakin mampu menangani demonstrasi skala besar dan bahwa kedatangan Marinir tanpa koordinasi dengan kepolisian akan menimbulkan tantangan logistik dan operasional yang signifikan.
Kami mendesak adanya komunikasi terbuka dan berkelanjutan antara semua lembaga untuk mencegah kebingungan, menghindari eskalasi, dan memastikan respons yang terkoordinasi, sah, dan tertib selama masa kritis ini.
