Mantan Dirut AP II Ditunjuk Sebagai Wadirut Telkom, Prioritaskan Kedaulatan Digital Nasional
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Muhammad Awaluddin, yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Telkom Indonesia, mengungkapkan komitmen barunya setelah kembali bergabung dengan Telkom. Kehadirannya dianggap sebagai kelanjutan dari pengabdiannya selama lebih dari dua dekade.
“Hari ini saya kembali ke rumah lama, 25 tahun di Telkom. Terakhir saya meninggalkan Telkom sebagai Direktur Enterprise pada tahun 2016,” ujar Awaluddin dalam konferensi pers setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 di Hotel Four Seasons Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Awaluddin menegaskan bahwa Telkom akan memainkan peran penting dalam mempromosikan kolaborasi dan sinergi dalam industri telekomunikasi nasional. Menurutnya, perkembangan Telkom kini tidak lagi sebatas operator tradisional.
“Kami berkomitmen menjadikan Telkom sebagai penggerak sinergi dan kolaborasi di ekosistem telekomunikasi atau telco di Indonesia,” ucap mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II tersebut.
Ia menggarisbawahi bahwa Telkom harus bertransformasi menjadi akselerator pembangunan digital nasional. Langkah ini dinilai penting agar Telkom dapat menghadapi tantangan era digital dengan cara yang progresif.
“Telkom Indonesia ke depan tidak hanya cukup sebagai operator telekomunikasi semata, tapi Telkom harus menjadi akselerator untuk infrastruktur digital nasional,” ujar Awaluddin.
Awaluddin menyatakan bahwa peran Telkom sebagai pembawa bendera telekomunikasi nasional adalah fondasi dari tanggung jawab besar perusahaan. Menurutnya, percepatan program nasional, termasuk pengembangan infrastruktur digital, adalah keniscayaan.
“Hal ini penting karena Telkom sebagai pembawa bendera telekomunikasi di Indonesia yang mendapat tugas untuk mengakselerasi program yang ada, termasuk infrastruktur digital nasional,” katanya.
Awaluddin menambahkan, para pemegang saham juga mendorong Telkom agar lebih aktif dalam ekosistem digital nasional melalui portofolio strategisnya. Lini usaha seperti Telkomsel, pusat data, dan infrastruktur digital menjadi pilar transformasi.
“Komitmen Telkom ingin menjadi pemimpin ekosistem digital yang secara nasional punya peran penting dalam mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” lanjut dia.
Dengan kekuatan portofolio dan program besar pemerintah, Awaluddin yakin Telkom siap menjawab tantangan masa depan. Ia melihat saat ini sebagai peluang bagi Telkom untuk mengambil posisi sentral.
“Dengan berbagai program besar yang digagas pemerintah saat ini, saya rasa Telkom akan mengambil peran seperti itu,” ujarnya.
Dia berharap Telkom dikenal bukan hanya sebagai penyedia jaringan, melainkan juga sebagai enabler dan penjaga kedaulatan digital. Menurutnya, Telkom dapat memberikan warna baru dalam transformasi digital nasional.
“Telkom Indonesia tidak hanya dalam konteks pembangunan infrastruktur semata, tidak hanya dalam konteks bisnis digital semata, tetapi bagaimana Telkom juga bisa memberikan satu warna baru tentang sebuah kedaulatan digital,” kata Awaluddin.
