Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Mas Gibran, Bonus Demografi, dan Solusi Filosofis
  • Berita

Mas Gibran, Bonus Demografi, dan Solusi Filosofis

Agus Haryanto Mei 5, 2025
mas-gibran-bonus-demografi-dan-jalan-keluar-filosofis

Mas Gibran, Bonus Demografi, dan Solusi Filosofis

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini, Mas Wapres—sapaan akrab yang kini populer untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka—merilis video monolog tentang bonus demografi.

Dalam videonya, Mas Wapres mengajak masyarakat untuk bersikap optimis bahwa Indonesia tengah berada dalam masa keemasan, dengan sebagian besar populasi berada di usia produktif, siap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, di balik ajakan tersebut, banyak anak muda justru melihat ironi. Optimisme mengenai bonus demografi terasa terlalu normatif, sedangkan realitas sehari-hari menunjukkan hal yang berbeda.

Di balik kemeriahan konten kreatif dan perkembangan startup, generasi muda Indonesia—khususnya Generasi Z—mengalami kegelisahan mendalam karena sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak, tingginya biaya hidup, impian memiliki rumah yang terasa utopis, serta ketidakpastian finansial yang menghantui masa depan mereka.

Istilah-istilah seperti “Indonesia Gelap” atau “Kabur Aja Dulu” begitu sering terdengar di kalangan generasi Z, dan semuanya tercipta dari kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, alih-alih menjadi kekuatan, bonus ini berisiko berubah menjadi beban demografi—ketika generasi produktif tidak dapat terserap dalam lapangan kerja yang berkualitas, tidak memiliki jaminan sosial, dan akhirnya menjadi sumber tekanan sosial dan ekonomi baru.

Sebagaimana disadari oleh banyak pengamat, narasi bonus demografi tanpa perubahan struktural hanya akan memperpanjang mitos, bukan memperbaiki nasib.

Dalam situasi ini, pemikiran Sayyid Muhammad Baqir al-Sadr dalam karya masterpiece-nya Iqtishaduna (Ekonomi Kita) menawarkan bukan sekadar kritik, tetapi juga solusi filosofis.

Baqir Sadr bukan hanya seorang ekonom visioner, melainkan juga seorang ulama Islam yang komprehensif, yang menguasai bidang fikih, filsafat, dan teologi dengan sangat mendalam. Ketajamannya dalam menganalisis persoalan ekonomi secara filosofis tidak bisa dipisahkan dari kepakarannya dalam filsafat Islam.

Continue Reading

Previous: Hadiah Akhir Paus Fransiskus untuk Anak-anak di Gaza
Next: Indeks Kepercayaan Konsumen Mencapai 103,1, Ini Tanggapan LPS

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.