Berita Terbaru Indonesia, BANTUL
Ahmad Bahiej, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan bahwa mayoritas calon jamaah haji dari Yogyakarta untuk musim haji 1446 Hijriah/2025 akan menginap di kawasan Misfalah saat berada di Makkah, Arab Saudi.
“Sebagian besar jamaah dari Yogyakarta akan menempati akomodasi di Misfalah, yang berada sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram,” ujar Bahiej setelah acara Pamitan Jamaah Calon Haji DIY di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, pada hari Selasa.
Menurut Bahiej, hanya satu kelompok terbang, yaitu 71-SOC, yang akan tinggal di kawasan Syisyah, sekitar empat kilometer dari pusat Makkah dan lebih dekat dengan Mina.
Tahun ini, jumlah calon jamaah haji dari DIY mencapai 3.202 orang, terdiri dari 3.184 calon haji serta 18 petugas haji daerah. Mereka terbagi dalam 10 kelompok terbang, yaitu Kloter 63 hingga 71, ditambah 21 jamaah dari Bantul yang tergabung dalam Kloter 62.
Kloter pertama dari DIY, yaitu 62-SOC, dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan, Solo, Jawa Tengah, pada 19 Mei pukul 18.00 WIB dan berangkat ke Tanah Suci pada 20 Mei pukul 18.15 WIB.
Keberangkatan kloter-kloter berikutnya akan dilakukan bertahap hingga 22 Mei 2025.
Kabupaten Sleman menyumbang calon haji terbanyak dengan 1.208 orang, diikuti Bantul 923 orang, Kota Yogyakarta 448 orang, Kulon Progo 332 orang, dan Gunungkidul 273 orang. Dari total jamaah, dua orang tercatat sebagai mutasi keluar wilayah DIY.
“Jamaah tertua tahun ini adalah Sigit Wasono, berusia 92 tahun 3 bulan, warga Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. Sementara yang termuda adalah Muhammad Fauzan Hibrizi, berusia 18 tahun 4 bulan, warga Sabdodadi, Bantul,” kata Bahiej.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengingatkan para calon haji untuk menjaga kesehatan fisik, terutama dengan memperhatikan asupan cairan selama beribadah di tengah suhu tinggi di Arab Saudi.
Menurut Paku Alam, ibadah haji kali ini bertepatan dengan musim panas di Arab Saudi, dengan suhu di Makkah dan Madinah selama bulan Mei bisa mencapai antara 38 hingga 41 derajat Celsius, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi calon haji.
“Kami mengimbau agar selalu mengatur waktu ibadah dan istirahat dengan bijak, menjaga asupan cairan, dan mengikuti arahan petugas haji,” ujar Paku Alam X.
